Drh. Ajat Sudarjat: Ketika Kepemimpinan HPDKI Berangkat dari Dekat dengan Peternak

Santika Reja

Ajat Sudrajat

NEWS TNG– JAKARTA — Bagi sebagian orang, peternakan mungkin terlihat sederhana: memelihara domba kambing, memberi pakan, menjaga kesehatan, kemudian menjualnya ketika sudah siap. Namun bagi mereka yang menjalaninya setiap hari, dunia peternakan jauh lebih kompleks.

Di balik setiap kandang ada keluarga yang menggantungkan penghasilan. Ada biaya pakan yang terus bergerak, persoalan kesehatan ternak, akses pasar, harga jual, pembibitan, hingga kebutuhan peternak untuk mendapatkan pendampingan dan informasi yang bisa benar-benar diterapkan.

Di tengah realitas itulah nama Drh. Ajat Sudarjat menjadi salah satu sosok yang memiliki perjalanan cukup panjang bersama dunia pemberdayaan peternak.

Jauh sebelum berbicara tentang kepemimpinan organisasi, Ajat telah terlibat dalam berbagai program pemberdayaan peternak melalui BAZNAS. Pada 2019, BAZNAS mencatat keterlibatannya dalam pengembangan Balai Ternak yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas ternak sekaligus pendapatan dan kesejahteraan peternak kecil. Pendekatan yang dibangun tidak hanya mengenai pembibitan dan penggemukan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat serta penguatan sentra produksi ternak.

Perjalanan tersebut kemudian berkembang menjadi upaya membangun peternak penyedia hewan Domba dan Kambing yang lebih mandiri.

Dalam berbagai program BAZNAS, Ajat terlibat dalam pengembangan kelembagaan dan pendampingan kelompok peternak. BAZNAS juga mendokumentasikan pemikirannya mengenai pentingnya pembiakan ternak, peningkatan populasi, stabilitas suplai nasional, serta peningkatan pendapatan peternak.

Bagi Ajat, peternakan bukan hanya persoalan bagaimana ternak tumbuh dan berkembang.

Ada manusia yang harus tumbuh bersamanya.

Dari kandang, menuju ekosistem peternakan

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika Ajat kemudian aktif dalam organisasi Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI).

Pada 2026, Ajat Sudarjat tercatat sebagai Sekretaris Jenderal HPDKI dan membawa suara peternak dalam berbagai pembahasan bersama pemerintah.

Dalam pertemuan HPDKI dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian pada Maret 2026, Ajat menyampaikan bahwa peternak dalam negeri memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pemasukan ternak ilegal agar tercipta iklim usaha yang sehat serta harga yang lebih terjaga bagi peternak lokal.

Pandangan tersebut menunjukkan satu hal penting: perjuangan peternak tidak berhenti di kandang.

Peternak membutuhkan pasar.

Membutuhkan kebijakan yang berpihak.

Membutuhkan akses informasi.

Membutuhkan kelembagaan yang kuat.

Dan yang tidak kalah penting, membutuhkan organisasi yang mampu membawa persoalan mereka sampai ke meja pengambil kebijakan.

Kepemimpinan yang mau mendengar

Dari perjalanan tersebut, pencalonan Drh. Ajat Sudarjat sebagai calon HPDKI 1 atau Ketua Umum DPP HPDKI membawa sebuah gagasan sederhana:

HPDKI harus semakin dekat dengan peternaknya.

Bukan hanya hadir ketika ada acara organisasi.

Bukan hanya hadir ketika persoalan sudah menjadi berita.

Tetapi hadir sejak peternak menghadapi masalah di kandang, ketika harga sedang tidak bersahabat, ketika akses pasar sulit, ketika penyakit mengancam, ketika generasi muda mulai ragu meneruskan usaha peternakan, hingga ketika peternak membutuhkan seseorang untuk memperjuangkan kepentingannya.

Sosok pemimpin seperti inilah yang dibutuhkan organisasi peternak hari ini.

Pemimpin yang memahami bahwa setiap angka produksi memiliki cerita manusia di belakangnya.

Setiap ekor ternak memiliki nilai ekonomi bagi keluarga peternak.

Dan setiap kebijakan peternakan pada akhirnya harus menjawab satu pertanyaan sederhana:

Apakah peternak menjadi lebih kuat dan lebih sejahtera?

Dari membantu menjadi memperkuat

Pengalaman Ajat di BAZNAS memperlihatkan pendekatan pemberdayaan yang tidak berhenti pada pemberian bantuan. Program Balai Ternak yang pernah dikawalnya diarahkan pada pembibitan, penggemukan, peningkatan produktivitas, penguatan kelompok, dan kemandirian ekonomi peternak.

Bahkan dalam masa pandemi, ketika banyak kegiatan harus dilakukan secara terbatas, Ajat mendorong ruang belajar bagi pelaku peternakan agar komunikasi dan pendampingan tetap berjalan.

Pengalaman seperti ini menjadi modal sosial yang penting untuk sebuah organisasi.

Sebab peternak tidak selalu membutuhkan pemimpin yang paling banyak berbicara.

Peternak membutuhkan pemimpin yang mau mendengar, mau turun, mau memahami, dan mau memperjuangkan.

HPDKI yang lebih hadir untuk peternak

Pencalonan Ajat Sudarjat bukan sekadar tentang pergantian kepemimpinan.

Lebih jauh dari itu, momentum ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali peran HPDKI sebagai rumah besar peternak domba dan kambing Indonesia.

Rumah yang membuka ruang bagi peternak kecil maupun besar.

Rumah yang mempertemukan peternak dengan pasar.

Rumah yang memperkuat ilmu dan teknologi.

Rumah yang membangun jejaring dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pembiayaan, dan berbagai pihak lainnya.

Dan yang terpenting, rumah yang tetap berpijak pada kepentingan peternak di lapangan.

Drh. Ajat Sudarjat menawarkan kepemimpinan yang lahir dari pengalaman bersama peternak—bukan sekadar berbicara tentang peternak.

Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah organisasi peternak tidak diukur dari seberapa megah organisasinya.

Tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan anggotanya.

Dari kandang-kandang kecil di desa hingga sentra peternakan di berbagai daerah Indonesia, ada harapan yang sama: peternak ingin usaha mereka tumbuh, dihargai, dan memiliki masa depan.

Dan mungkin, inilah waktunya HPDKI semakin dekat dengan harapan itu.

Drh. Ajat Sudarjat untuk HPDKI 1.

Dekat dengan peternak.
Berangkat dari pengalaman.
Bergerak untuk kemajuan peternakan domba dan kambing Indonesia.

Disunting oleh: S. Reja

Terakhir disunting: September 14, 2026

Disclaimer: Artikel ini merupakan advertorial dari pihak pengiklan. Seluruh isi, klaim, dan pernyataan adalah tanggung jawab pengiklan sepenuhnya dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Komentar Pembaca

pos terkait