Belajar Manajemen di UPH, Kini Erick Membaca Tarot untuk Lebih dari 7.500 Klien

Santika Reja

A collection of tarot cards arranged under the light of a burning candle.

NEWS TNG– Rp20.000 untuk satu pertanyaan. Dengan tarif itu, siapa pun bisa mengirim pesan ke Bonifasius Frederick Luahambowo dan meminta kartu tarot dibacakan untuk urusan yang sedang mengganjal, entah soal pasangan, atasan, atau tabungan yang tak kunjung bertambah.

Pria yang akrab disapa Erick ini menjalankan Tarot by Erick, layanan konsultasi tarot online tanpa ruang praktik. Kliennya datang lewat ponsel. Menurut catatannya, jumlah mereka sudah melewati 7.500 orang dari berbagai negara.

Dari Human Capital ke Kartu Tarot

Latar belakang Erick tidak berasal dari dunia spiritual. Ia menempuh studi Manajemen di Universitas Pelita Harapan (UPH), kampus yang berpusat di Lippo Village, Karawaci, dengan spesialisasi Human Capital Investment. Bidang ini mempelajari cara organisasi mengelola dan mengembangkan orang-orangnya.

Ketertarikannya pada tarot, kata Erick, berakar dari pengalaman intuitif yang ia kaitkan dengan riwayat keluarganya. Awalnya ia hanya membacakan kartu untuk teman dan kerabat. Tanggapan mereka cukup baik, sehingga ia mulai menekuninya dengan serius.

Dari sesi-sesi awal itu Erick menangkap satu pola. Banyak orang sebenarnya ingin bercerita. Kartu menjadi pintu masuk untuk membicarakan situasi yang sedang mereka hadapi, lalu mendengar sudut pandang lain sebelum memutuskan sesuatu. Pengamatan itu yang kemudian membentuk cara ia menjalankan konsultasi sampai sekarang.

Kartu Dibaca, Kenyataan Tetap Dihitung

Topik yang dibawa klien umumnya dekat dengan keseharian: hubungan, pilihan karier, keuangan, atau kebingungan pribadi yang sulit dijelaskan ke orang terdekat. Erick berusaha membuat suasana sesi cukup santai agar klien tidak sungkan bertanya apa adanya.

Tafsiran kartu ia sesuaikan dengan pertanyaan klien, dengan tetap memperhitungkan kondisi nyata mereka. Seseorang yang bertanya soal pindah kerja, misalnya, tetap perlu menimbang gaji, kontrak, dan kebutuhan keluarga. Kartu tidak menghapus pertimbangan semacam itu.

Erick juga tidak menempatkan tarot sebagai penentu keputusan. Pilihan hidup dan tanggung jawab atas pilihan itu tetap ada di tangan klien. Bagi pembaca yang skeptis, sikap ini barangkali yang paling masuk akal: sesi konsultasi diperlakukan sebagai ruang refleksi, bukan ramalan yang wajib dipatuhi.

Instagram sebagai Ruang Praktik

Hampir seluruh aktivitas Tarot by Erick berlangsung di Instagram. Di luar layanan berbayar, Erick rutin membuka sesi pembacaan kartu gratis melalui Instagram Story. Pengikut yang belum pernah ikut konsultasi bisa melihat langsung bagaimana kartu dibaca tanpa harus membayar lebih dulu.

Karena semuanya berjalan online, jarak tidak lagi jadi soal. Pembaca di Tangerang yang ingin mencoba punya akses yang sama dengan klien di luar negeri, cukup dari ponsel masing-masing.

Cara Memesan Konsultasi Tarot Online

Klien baru bisa memulai dengan mengirim Direct Message ke Instagram @tarotbyerick. Erick akan menjelaskan prosedur konsultasi dan cara pembayaran sebelum sesi dimulai. Klien yang sudah pernah terdaftar bisa langsung melakukan reservasi lewat kontak WhatsApp yang tersedia.

Tarif konsultasi mulai Rp20.000 per pertanyaan, dan seluruh prosesnya dilakukan secara digital. Bagi yang penasaran tapi belum siap membayar, sesi gratis di Instagram Story bisa jadi langkah pertama yang paling ringan.

Disunting oleh: S. Reja

Terakhir disunting: Oktober 19, 2026

ⓘDisclaimer: Artikel ini merupakan advertorial dari pihak pengiklan. Seluruh isi, klaim, dan pernyataan adalah tanggung jawab pengiklan sepenuhnya dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Komentar Pembaca

pos terkait