Duh! Pengendara Motor Terjatuh di Lubang Proyek Pipa PDAM Tangerang, Warga: "Gak Habis Pikir!"

Ifan R

Sejumlah pejabat dan staf Perumda Tirta Benteng meninjau fasilitas proyek.
Manajemen Perumda Tirta Benteng, yang proyek pipanya di Tangerang memicu insiden kecelakaan dan kegeraman warga.

NEWS TNG– Sebuah insiden kecelakaan tunggal kembali mengguncang warga Kota Tangerang, khususnya di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Jatiuwung. Seorang pengendara motor harus menelan pil pahit setelah terjatuh akibat lubang galian proyek pipa milik Perumda Tirta Benteng (TB) pada Rabu malam, 1 Oktober 2025. Peristiwa ini bukan hanya sekadar kecelakaan biasa, melainkan cerminan dari masalah yang sudah lama dikeluhkan: minimnya pengamanan dan rambu di lokasi proyek.

Insiden nahas ini sontak memicu kegeraman warga yang sudah muak dengan kondisi jalanan yang membahayakan. Mereka merasa diabaikan, padahal bahaya mengintai setiap hari, terutama bagi para pengguna jalan yang melintas di area proyek yang terkesan "mangkrak" ini.

Bahaya Mengintai di Kegelapan Malam

Menurut kesaksian Oman, seorang warga sekitar yang menjadi saksi mata, korban yang diketahui seorang pria itu terjatuh saat melintas di jalanan yang minim penerangan. Kondisi jalan yang gelap gulita membuat korban sama sekali tak melihat adanya tanda-tanda peringatan yang memadai sebelum motornya menghantam pinggir galian yang dibiarkan terbuka begitu saja.

"Tiba-tiba saja terdengar suara jatuh keras. Pas kami lihat, orangnya sudah terguling di jalan, motornya masuk ke dekat galian," ujar Oman, menggambarkan kepanikan sesaat setelah kejadian. Ngerinya, kejadian seperti ini bisa menimpa siapa saja yang kurang waspada.

Beruntung, korban hanya mengalami luka ringan di bagian kaki dan tangan. Warga sekitar dengan sigap langsung memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Situasi ini menunjukkan betapa solidnya kepedulian antarwarga di tengah kelalaian pihak proyek.

Meskipun demikian, insiden ini bisa saja berujung fatal jika ada kendaraan lain, terutama kendaraan besar, yang melintas saat kejadian. "Alhamdulillah tidak ada kendaraan besar lewat lokasi, namun sangat disayangkan proyek galian milik PDAM Tirta Benteng tak kunjung selesai," ungkap Oman dengan nada prihatin.

Proyek Pipa PDAM: Berbulan-bulan Mangkrak, Bikin Was-was!

Proyek pemasangan pipa yang dikerjakan oleh PDAM Tirta Benteng ini, menurut pengakuan warga, sudah berlangsung lebih dari dua bulan. Durasi pengerjaan yang terlampau lama ini menimbulkan pertanyaan besar di benak masyarakat. Ada apa sebenarnya di balik lambatnya progres proyek vital ini?

Banyak warga menilai pengerjaannya sangat lambat dan parahnya, membahayakan pengguna jalan karena lubang galian dibiarkan terbuka tanpa pengamanan yang memadai. Kondisi ini tentu saja bikin geleng-geleng kepala, mengingat keselamatan adalah prioritas utama.

"Sudah beberapa kali hampir ada yang jatuh. Galian ini cuma dikasih kayu dan banner kecil. Kalau malam, apalagi pas hujan, nyaris nggak kelihatan," tegas Oman. Bayangkan saja, di tengah minimnya penerangan, hanya mengandalkan sepotong kayu dan banner kecil sebagai penanda. Ini sih namanya auto celaka!

Kondisi ini diperparah saat hujan turun. Lubang galian yang tergenang air menjadi jebakan maut yang tak terlihat. Pengendara motor yang melintas bisa saja mengira itu hanya genangan biasa, padahal di baliknya ada jurang yang siap menelan ban motor mereka. So sad!

Keluhan Warga yang Tak Kunjung Didengar

Keluhan warga terkait proyek ini sebenarnya bukan hal baru. Sudah berulang kali mereka menyuarakan kekhawatiran akan bahaya yang mengintai di sepanjang Jalan Gatot Subroto. Namun, seolah-olah suara mereka hanya angin lalu, tak ada respons konkret dari pihak terkait.

Minimnya rambu peringatan, ketiadaan lampu penerangan tambahan di sekitar galian, serta pengamanan yang sangat alakadarnya, menjadi bukti nyata bahwa aspek keselamatan pengguna jalan kurang diperhatikan. Padahal, ini adalah jalan utama yang ramai dilalui kendaraan setiap hari.

"Gak habis pikir, kenapa proyek sepenting ini pengerjaannya bisa selama ini dan pengamanannya seadanya?" ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya, mengungkapkan kekesalannya. "Kami cuma minta jalanan aman, itu saja!"

Harapan Warga: Percepat dan Amankan!

Warga berharap pihak terkait, khususnya Perumda Tirta Benteng dan Pemerintah Kota Tangerang, segera mengambil tindakan serius. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempercepat penyelesaian proyek agar tidak terus-menerus menjadi momok bagi pengguna jalan.

Selain itu, penambahan rambu pengaman yang jelas dan mudah terlihat, serta penerangan yang memadai di sekitar lokasi galian, mutlak diperlukan. Jangan sampai ada lagi korban berjatuhan akibat kelalaian dalam pengerjaan proyek. Keselamatan warga harus menjadi prioritas nomor satu.

"Kami tidak ingin kejadian serupa terulang lagi. Cukup satu korban saja, jangan sampai ada yang lain," pungkas Oman, mewakili suara hati warga Jatiuwung. Ini adalah panggilan darurat bagi pihak berwenang untuk segera bertindak.

Respon Pihak Perumda Tirta Benteng? Nihil!

Saat dikonfirmasi mengenai insiden ini dan keluhan warga, Humas PDAM Tirta Benteng, Syarif, belum memberikan jawaban resmi. Dilansir situs TangerangNews, upaya menghubungi Syarif melalui pesan singkat belum membuahkan hasil.

Ketiadaan respons ini tentu saja menambah kekecewaan warga. Seolah-olah, pihak yang bertanggung jawab memilih bungkam di tengah keresahan dan bahaya yang mengancam keselamatan publik. Semoga saja ada penjelasan dan tindakan nyata yang segera menyusul dari Perumda Tirta Benteng.

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak bahwa pembangunan infrastruktur harus selalu diiringi dengan standar keselamatan yang tinggi. Jangan sampai proyek yang seharusnya membawa kemajuan, justru menjadi sumber petaka bagi masyarakat.

Disunting oleh: S. Reja

Terakhir disunting: Oktober 1, 2025

Komentar Pembaca

pos terkait