Gak Habis Fikir! Pemotor NMAX Arogan Stop Bus di Tikungan Ciwidey, Berakhir Ditilang Polisi!

Farah Novianti

Pria berkacamata memakai peci dan seragam Pramuka, Nanang Permana, sedang berbicara.
Nanang Permana, tokoh Gerakan Pramuka, menyampaikan arah kebijakan organisasi. Pernyataannya menjadi sorotan publik.

NEWS TNG– Sobat NewsTangerang, jagat maya lagi heboh nih! Sebuah video viral memperlihatkan aksi seorang pengendara NMAX yang tiba-tiba menyetop bus di tikungan Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Kejadian ini sontak bikin banyak orang geleng-geleng kepala dan memicu beragam reaksi di media sosial.

Detik-detik Aksi Bikin Geger

Dalam video yang beredar luas, terlihat sekelompok pemotor matic, didominasi NMAX dan XMAX, sedang melakukan konvoi. Momen paling bikin kaget adalah saat pemotor NMAX terdepan menyalip bus berwarna biru-kuning. Bukan cuma menyalip, dia malah berhenti mendadak, seakan sengaja mengadang laju bus tersebut.

Usut punya usut, aksi ini dilakukan si pemotor NMAX untuk memberi jalan kepada rekan-rekannya di belakang agar bisa menyalip bus yang sama. Alhasil, bus besar itu terpaksa mengerem mendadak. Ngerinya, kejadian ini berlangsung di lokasi yang sangat berbahaya: tikungan turunan dengan marka garis solid.

Marka garis solid itu bukan sekadar hiasan jalan, Sobat NewsTangerang. Itu adalah tanda tegas bahwa pengendara dilarang keras menyalip di area tersebut. Jelas banget kan, ada aturan dan etika berlalu lintas yang dilanggar di sini.

Aksi Arogan yang Bikin Bahaya

Praktisi keselamatan berkendara, Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), ikut angkat bicara. Menurutnya, aksi pemotor NMAX yang tiba-tiba menyetop bus di tikungan itu menunjukkan kurangnya etika. "Malu-maluin sih, segerombolan komunitas motor tapi nggak tahu etika," ujarnya menanggapi video viral tersebut.

Sony menjelaskan, etika yang dilanggar adalah mendahulukan kepentingan kelompok daripada kepentingan umum. Ditambah lagi, ada pelanggaran lalu lintas yang sangat jelas. Mengadang bus di tikungan itu sangat berbahaya, lho. Bayangkan kalau bus tidak sempat mengerem, bisa-bisa menabrak pemotor tersebut.

Bus tidak semudah motor dalam melakukan pengereman mendadak. Kondisi stop-and-go di tikungan turunan sangat sulit bagi kendaraan besar dan bisa membahayakan penumpang di dalamnya. "Motor mah gampang nyalip-nyalip," kata Sony, menyoroti perbedaan manuver antara motor dan bus.

Risiko lainnya, saat menyalip di tikungan dengan marka garis solid, konvoi pemotor itu bisa saja ditabrak kendaraan lain dari arah berlawanan. Tikungan dengan marka garis solid biasanya punya sudut sempit dan ada blind spot atau titik tak terlihat yang sangat berbahaya. "Risiko tertabrak dari depan (dari arah berlawanan) akibat blind spot di tikungan," tambah Sony.

Sony berharap, gaya berkendara agresif seperti ini tidak terulang lagi. Pengendara yang melakukan konvoi harus lebih bijak dalam mengutamakan kepentingan dan keselamatan banyak orang. Mantap bos, setuju banget!

Komunitas Angkat Bicara dan Minta Maaf

Tak lama setelah video viral, Komunitas Bandung Max Community (BMC) langsung bergerak. Mereka mengkonfirmasi bahwa pemotor NMAX yang bikin heboh itu memang anggotanya. Namun, BMC menegaskan bahwa saat kejadian, pemotor tersebut sedang konvoi bersama teman-temannya, bukan dalam kegiatan resmi BMC.

"Pada tanggal 28 September 2025 BMC tidak ada kegiatan oficial. Kami memastikan bahwa biker yang memberhentikan bus tersebut adalah benar salah satu anggota BMC aktif. Pada kegiatan tersebut yang bersangkutan sedang melakukan kegiatan bersama rekan-rekannya," demikian pernyataan resmi BMC yang diunggah di akun Instagram mereka.

BMC juga menambahkan bahwa anggotanya itu sudah mengakui kesalahannya dan siap menerima sanksi organisasi sesuai aturan yang berlaku di BMC. "Kejadian ini akan dijadikan pelajaran berharga bagi BMC. Walaupun kejadian tersebut dilakukan secara individu, tapi BMC dengan tulus dan kerendahan hati bermaksud meminta maaf kepada seluruh masyarakat, komunitas, all bikers Indonesia, khususnya kepada driver dan penumpang bus," lanjut pernyataan tersebut. Salut deh atas respons cepat dan tanggung jawabnya!

Permohonan Maaf dari Pelaku

Secara pribadi, pengendara NMAX yang jadi sorotan itu juga menyampaikan permohonan maaf. Dalam video yang diunggah Instagram BMC, dia mengaku tidak ada maksud arogan dengan aksinya. "Menanggapi video viral Nmax di Ciwidey, dengan segala kerendahan hati saya pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan, niatnya semata-mata untuk mengurai kemacetan panjang di belakang bus. "Tidak ada maksud mau arogan, tapi semata-mata niat untuk mengurai kemacetan panjang di belakang bus. Terima kasih buat sopir bus yang sudah memberi jalan dan mohon maaf kalau waktu dan tempatnya tidak tepat. Tidak ada maksud yang lain, terima kasih," katanya.

Polisi Langsung Bertindak Tegas!

Aksi arogan ini tidak luput dari perhatian pihak berwajib. Polresta Bandung langsung turun tangan menindak pengendara motor NMAX tersebut. Dikutip dari akun Instagram resmi Polresta Bandung, pemotor NMAX itu telah ditilang dan motornya diamankan di Polresta Bandung.

"Atas kejadian kemarin yang viral di Ciwidey, karena Bapak sudah melanggar etika berlalu lintas dan dapat membahayakan keselamatan orang lain, untuk sementara kendaraan Bapak kami tilang, diamankan di Polresta Bandung, supaya menjadi efek jera pengemudi yang lain tidak mencontoh seperti yang bapak lakukan kemarin," tegas polisi yang menilang dalam video tersebut.

Kasat Lantas Polresta Bandung Kompol Sigit Suhartanto menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap perilaku lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. "Setiap pengguna jalan wajib menaati aturan demi keselamatan bersama. Aksi menyetop bus di tengah jalan sangat membahayakan, maka kami lakukan tindakan tegas," kata Sigit.

Kasat Lantas juga mengimbau seluruh pengendara untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara. So, Sobat NewsTangerang, ini jadi pelajaran berharga buat kita semua ya. Patuhi aturan, utamakan keselamatan, dan jangan sampai bikin rugi diri sendiri apalagi orang lain.

Disunting oleh: S. Reja

Terakhir disunting: Oktober 2, 2025

Komentar Pembaca

pos terkait