
NEWS TANGERANG– Pengajian bulanan yang digelar Pemkot Tangerang bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali jadi momen hangat bagi warga. Kali ini, acara berlangsung di kediaman Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, kawasan Cipondoh, pada Senin (25/8).
Dalam sambutannya, Sachrudin menekankan bahwa pengajian bukan hanya soal ritual keagamaan, tapi juga ruang untuk memperkuat doa, kebersamaan, dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurut Sachrudin, pembangunan Kota Tangerang tidak bisa berjalan sendiri. Doa, kebersamaan, dan kolaborasi adalah fondasi utama.
“Pengajian ini adalah ajakan kita semua untuk bermunajat kepada Allah SWT. Pemerintah tidak bisa jalan sendirian, harus bersama-sama dengan warga,” jelasnya, dilansir dari Pemkot Tangerang.
Selain menyinggung pentingnya spiritualitas, wali kota juga mengingatkan warga soal kepedulian terhadap lingkungan.
Pemkot akan menggelar Gerakan Bersih-bersih Sungai akhir Agustus ini.
Aksi ini bertujuan menekan risiko banjir sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat.
Warga diajak berperan aktif menjaga kebersihan sekitar rumah.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Sachrudin.
Tak hanya lingkungan, Sachrudin juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai pondasi masa depan generasi muda Tangerang.
Ia mengajak orang tua memanfaatkan program yang sudah disediakan pemerintah, mulai dari sekolah gratis hingga beasiswa kuliah.
“Anak-anak adalah generasi penerus. Masa depan kota ada di tangan mereka. Orang tua harus mendukung pendidikan sebaik mungkin,” ujarnya.
Pengajian bulanan ini juga jadi refleksi komitmen Pemkot untuk:
Memberikan pelayanan publik terbaik.
Melanjutkan pembangunan infrastruktur.
Menguatkan nilai kebersamaan dengan masyarakat.
“Dengan doa, kebersamaan, dan kolaborasi, insya Allah Tangerang akan semakin maju dan sejahtera,” tutup Sachrudin optimistis.
Biar makin bermanfaat, yuk simak sedikit tips sederhana menjaga lingkungan di sekitar rumah:
Rutin bersihkan saluran air di depan rumah biar nggak tersumbat.
Pisahkan sampah organik dan anorganik agar lebih mudah diolah.
Ikut gotong royong lingkungan supaya kebersihan terjaga bareng-bareng.
Selain lewat aksi nyata, Sobat juga bisa melaporkan masalah lingkungan seperti sampah menumpuk atau drainase mampet lewat aplikasi LAKSA Online milik Pemkot Tangerang. Praktis banget, kan?
Bagaimana menurutmu soal langkah Pemkot yang mengaitkan pengajian bulanan dengan isu kebersamaan, lingkungan, dan pendidikan? Apakah di lingkunganmu sudah terasa manfaatnya? Yuk, tulis pendapatmu di kolom komentar, bagikan pengalaman, atau share artikel ini biar makin banyak warga Tangerang yang peduli.
Penulis: Santika Reja
Editor: Santika Reja
Terakhir disunting: Agustus 26, 2025