7 Alasan Bisnis Referral Lebih Cuan dari Iklan & Cara Memulainya

Santika Reja

people, group, friends, concept, agreement, fist bump, lifestyle, team, teamwork, cooperation, cooperate, together, togetherness
Foto: StockSnap

NEWS TNG– Iklan di media sosial udah jor-joran, budget kebakar, eh, Mark Zuckerberg ganti algoritma, jangkauan langsung anjlok. Kamu pasang banner gede di jalan, orang-orang malah fokus main HP. Nyesek, kan?

Sebagai pebisnis, kita sering terjebak di mindset “yang penting ‘terlihat’ orang baru”, sampai lupa sama strategi marketing paling tua dan paling ampuh di dunia: word-of-mouth alias bisnis referral.

Banyak yang mengira bisnis referral itu cuma “untung-untungan” kalau ada yang merekomendasikan. Padahal, ini adalah sebuah sistem yang bisa (dan harus) kamu bangun. Kalau dikelola dengan benar, hasilnya bisa jauh lebih cuan dan tahan lama dibanding iklan berbayar.

Kenapa bisa gitu? Mari kita bedah 7 alasan logisnya.

1. Kepercayaan adalah Koentji (Trust)

Ini alasan utamanya. Di zaman yang penuh noise ini, orang udah kebal sama iklan. Iklan itu dianggap “usaha jualan”. Tapi, rekomendasi dari teman? Itu dianggap “sinyal” atau “solusi”.

Coba ingat-ingat, kamu lebih milih coba restoran baru karena lihat iklannya di Instagram, atau karena sahabatmu bilang, “Eh, gila, lo harus coba soto di sana, enak banget!”? Pasti karena rekomendasi teman.

Menurut riset Nielsen, 92% orang lebih memercayai rekomendasi dari orang yang mereka kenal dibanding bentuk iklan lainnya. Klien yang datang dari bisnis referral udah setengah percaya sama kamu bahkan sebelum kamu presentasi. Membangun kepercayaan ini adalah fondasi organisasi bisnis yang sehat.

2. Hemat Bujet, Nggak Bikin Boncos

Mari bicara Cost Per Acquisition (CPA) alias biaya buat dapetin satu klien. Iklan berbayar itu kamu bayar di depan, belum tentu closing. Bisa jadi dari 1.000 yang lihat, cuma 1 yang beli. Boncos.

Kalau bisnis referral, kamu seringnya “bayar” di belakang (misal dalam bentuk komisi, cashback, atau hadiah) setelah klien itu deal. Ini adalah performance-based marketing paling murni. Biayanya jelas, terukur, dan risikonya minim banget. Kamu hanya mengeluarkan biaya untuk hasil yang pasti.

3. Klien yang Datang Udah ‘Hangat’ (Qualified Leads)

Ini enaknya punya jaringan bisnis referral yang solid. Orang yang merekomendasikan bisnismu (si referrer) biasanya udah ‘nyekrining’ duluan. Mereka udah melakukan setengah pekerjaan marketing buat kamu.

Mereka nggak akan asal lempar kontak. Mereka merekomendasikan kamu karena mereka tahu temannya butuh jasamu dan kamu bisa kasih solusinya. Klien yang datang udah ‘hangat’, udah tahu masalahnya apa, dan tahu kamu solusinya. Proses closing-nya jadi jauh lebih cepat dan sat set.

4. Membangun Loyalitas, Bukan Cuma Transaksi

Saat kamu punya program bisnis referral yang bagus, kamu nggak cuma berterima kasih ke klien baru, tapi juga ke klien lama yang ngasih rekomendasi. Ini menciptakan “siklus kebajikan” (virtuous cycle).

Klien lama merasa dihargai (bukan cuma dimanfaatkan pas beli), jadi makin loyal, dan makin semangat merekomendasikan kamu lagi. Klien baru merasa dapat solusi tepercaya. Ini yang bikin organisasi bisnis kamu tumbuh secara organik dan kuat dari dalam, bukan cuma mengandalkan “cuan” sesaat.

5. Membuka Pintu Kolaborasi Antar Bisnis

Bisnis referral itu nggak cuma dari klien ke calon klien. Level lanjutannya adalah dari bisnis ke bisnis! Dan ini powerful banget.

Contoh: Kamu punya bisnis wedding organizer. Kamu bisa bangun jaringan bisnis referral dengan vendor MUA, katering, fotografer, dan desainer undangan. Kalian tidak bersaing, tapi saling melengkapi. Kalian bisa saling lempar klien. Ini jauh lebih efektif!

Inilah pentingnya kamu bergabung ke sebuah organisasi bisnis yang fokusnya memang ngebangun networking dan kolaborasi terstruktur kayak gini.

6. Meningkatkan Customer Lifetime Value (CLV)

Riset membuktikan bahwa klien yang didapat dari bisnis referral cenderung lebih loyal dan bertahan lebih lama (punya CLV lebih tinggi) dibanding klien dari sumber lain. Kenapa? Karena mereka datang dengan fondasi kepercayaan yang sudah ada.

Mereka nggak gampang tergoda pindah ke kompetitor cuma karena beda harga seribu dua ribu. Mereka datang karena trust, dan mereka akan bertahan karena value yang kamu berikan.

7. Jadi ‘Alarm’ Kualitas Layanan (Gratis!)

Ini yang jarang disadari. Sistem bisnis referral yang sehat adalah cermin terbaik untuk kualitas produk atau jasamu. Kalau tiba-tiba referral berhenti datang, itu alarm buat kamu. “Ada apa dengan layananku? Kenapa orang berhenti merekomendasikanku?”

Ini adalah mekanisme umpan balik yang jujur dan gratis. Ini ‘memaksa’ organisasi bisnis kamu untuk terus menjaga kualitas prima, karena kamu tahu rekomendasi adalah nyawa bisnismu.


Oke, Keren. Terus Mulainya Gimana?

Membangun sistem bisnis referral itu nggak bisa pasif “nunggu bola”. Kamu harus proaktif.

  1. Pastikan Produkmu ‘Referrable’: Paling utama. Nggak ada orang yang mau mempertaruhkan reputasinya merekomendasikan produk atau jasa yang jelek. Jadi, pastikan layananmu top notch.
  2. Minta! (Jangan Malu-malu): Setelah klien selesai transaksi dan terlihat puas, tanyakan. “Pak/Bu, senang bisa membantu. Kalau ada teman atau kolega yang butuh solusi serupa, kami siap bantu.”
  3. Bikin Insentif yang Jelas: Tentukan “hadiah”-nya. Apakah komisi sekian persen? Diskon untuk pembelian berikutnya? Voucher makan? Atau sekadar ucapan terima kasih yang tulus? Bikin ini jelas.
  4. Permudah Prosesnya: Jangan bikin ribet. Siapkan link khusus, kartu nama digital, atau template pesan yang bisa mereka copy-paste dengan mudah.
  5. Gabung Ekosistem yang Tepat: Ini kuncinya. Membangun jaringan bisnis referral yang luas sendirian itu capek. Cara paling cepat adalah bergabung dengan komunitas atau ekosistem yang memang didesain untuk itu.

Jadi, udah kebayang kan? Mengembangkan bisnis referral itu bukan cuma “bonus”, tapi harus jadi strategi utama. Ini soal membangun hubungan, merawat klien lama, dan menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan.

Buat kamu yang serius mau ngebangun koneksi dan memperluas jangkauan bisnismu secara profesional, bergabung ke Organisasi Bisnis yang terstruktur bisa jadi langkah awal yang paling tepat untuk meledakkan potensimu.

Masih bingung gimana cara kerjanya? Kamu bisa pelajari lebih dalam strategi membangun Jaringan Bisnis Referral lewat berbagai artikel dan wawasan yang ada, biar bisnismu nggak cuma bergantung sama iklan yang bikin boncos.

Disunting oleh: S. Reja

Terakhir disunting: November 14, 2025

Komentar Pembaca

pos terkait