NEWS TNG– Kompetisi makan? Kedengarannya aneh, tapi di berbagai belahan dunia, ajang ini justru jadi tontonan paling seru dan tradisi yang bikin melongo. Bukan cuma soal perut kenyang, tapi juga adu mental, strategi, dan daya tahan yang ekstrem.
Dari cabe super pedas sampai es krim dingin menusuk, setiap lomba punya tantangan unik yang bikin penonton terhibur sekaligus ngeri. Ajang ini bukan sekadar hiburan, tapi juga bagian dari festival, pameran, bahkan perayaan tahunan yang menarik ribuan pengunjung.
Beberapa kompetisi bahkan sudah mendunia dan dianggap legendaris, menguji batas kemampuan manusia dalam melahap makanan. Dilansir dari Mashable, berikut lima kompetisi makan paling ikonik di dunia yang tak hanya menguji perut, tapi juga mental dan strategi para pesertanya.
Sensasi Pedas Membara: La Costeña Jalapeño Eating Contest
Membayangkan makan satu cabe jalapeño saja sudah bikin mata berair, apalagi harus melahap ratusan dalam waktu singkat? Tantangan gila inilah yang ditawarkan La Costeña Jalapeño Eating Contest di Laredo, Texas.
Kompetisi ini merupakan bagian dari WBCA Jalapeño Festival yang sudah berlangsung lebih dari 40 tahun. Pada 2018, Molly Schuyler bikin heboh dengan rekor 265 jalapeño sekaligus, membawanya pulang $1.500 (sekitar Rp 24,7 juta). Aksinya bikin penonton terpukau sekaligus bergidik ngeri.
Ini bukti bahwa rasa pedas ekstrem bisa jadi tontonan menarik yang menguji batas tubuh. Lomba ini menantang daya tahan, sekaligus menghibur ribuan pengunjung festival dengan sensasi pedas yang membara.
Dinginnya Menusuk: The World’s Ice Cream Eating Championship
Indiana State Fair di Indianapolis selalu meriah dengan berbagai hiburan, mulai dari wahana, makanan khas festival, hingga atraksi peternakan. Tapi ada satu atraksi yang bikin penasaran: The World’s Ice Cream Eating Championship.
Di sini, peserta ditantang melahap es krim sebanyak mungkin dalam waktu terbatas, melawan brain freeze dan rasa dingin yang menusuk. Ini bukan cuma soal makan cepat, tapi juga strategi agar kepala tidak pusing karena suhu ekstrem.
Agustus 2018, Geoff Esper jadi juara setelah melahap 15,5 pint es krim vanila hanya dalam enam menit – setara sembilan wadah besar Häagen-Dazs! Hadiahnya lumayan, $4.000 (sekitar Rp 65,8 juta), sebanding dengan perjuangan melawan dinginnya es krim.
Duel Pie Tercepat: World Pie Eating Championship
Di kota Wigan, Inggris, ada lomba makan pie yang beda dari yang lain: World Pie Eating Championship. Fokusnya bukan seberapa banyak, tapi seberapa cepat peserta bisa menghabiskan satu pie daging sapi dan kentang berdiameter empat inci.
Kompetisi berusia lebih dari 24 tahun ini sudah jadi tradisi lokal dan tontonan nasional yang kocak. Pemenang tidak hanya mendapat pengakuan, tapi juga hadiah unik.
Martin Appleton-Clare pernah juara tiga kali dengan rekor 32 detik, sementara Vicky Lindley memimpin kategori perempuan dengan 30 detik. Hadiahnya? Makan siang gratis di Harry’s Bar, lokasi lomba berlangsung, dan trofi humoris ‘Bradley Piggins Cup’.
Tantangan Tiram Mentah: Acme Oyster Eating World Championship
Bagi yang nggak kuat lihat seafood mentah dalam jumlah besar, Acme Oyster Eating World Championship di New Orleans mungkin bikin mual. Digelar dalam rangkaian New Orleans Oyster Festival, lomba ini memperlihatkan peserta menelan ratusan tiram segar mentah dalam waktu singkat.
Ini bukan untuk yang lemah jantung, butuh mental baja dan perut kuat untuk menghadapi tantangan ini. Pada 2018, Darron Breeden bikin semua melongo dengan menelan 480 tiram sekaligus, dan berhak atas sabuk unik berhias tiram buatan, simbol kejayaan di ajang ini.
Meski terkesan menjijikkan, lomba ini selalu ramai penonton karena memadukan kecepatan, daya tahan, dan keberanian ekstrem. Dengan dukungan dari Acme Oyster House, acara ini terus berlanjut sebagai salah satu lomba makan paling ekstrem di Amerika.
Raja Segala Lomba Makan: Nathan’s Fourth of July Hot Dog Eating Contest
Kalau ngomongin lomba makan, nggak ada yang lebih legendaris dari Nathan’s Fourth of July Hot Dog Eating Contest di Coney Island, New York. Digelar sejak 1916, ajang ini disebut ‘Super Bowl’ dalam dunia kompetisi makan, selalu ramai ribuan penonton.
Setiap 4 Juli, ribuan orang berkumpul menyaksikan peserta menelan hot dog sebanyak mungkin dalam waktu terbatas. Pada lomba yang ke-102, Joey Chestnut mempertahankan gelarnya dengan rekor dunia baru yaitu menyantap 74 hot dog, menjadikannya juara 11 kali!
Untuk kategori perempuan, Miki Sudo juga nggak kalah jago, berhasil melahap 37 hot dog dan mempertahankan gelarnya. Masing-masing juara membawa pulang $10.000 (sekitar Rp 164,3 juta) dan sabuk ikonik berwarna mustard atau merah muda.
Jadi, kompetisi makan ini bukan cuma sekadar mengisi perut. Ini tentang batas manusia, ketahanan mental, dan hiburan yang nggak biasa. Gimana, ada yang berani coba salah satu tantangan ekstrem ini?
Disunting oleh: S. Reja
Terakhir disunting: September 18, 2025













