NEWS TNG– Pernah kebayang makan 8.000 kalori dalam sehari? Kedengarannya gila, tapi itulah pola makan ekstrem yang dijalani Toseiryu, seorang pesumo Jepang berbobot 147 kg. Diet fantastis ini bukan sekadar untuk kenyang, melainkan strategi kunci untuk performa maksimal di ring sumo.
Bukan Sekadar Makan Banyak, Tapi Latihan Keras!
Bagi para pesumo, makanan adalah bahan bakar utama, bahkan bisa dibilang bagian dari latihan itu sendiri. Setiap asupan kalori dihitung dan direncanakan matang-matang, bukan asal comot.
Toseiryu sendiri, yang saat ini 147 kg, masih punya target berat badan 160 kg. Tujuannya jelas: agar lebih kokoh, stabil, dan sulit dikalahkan lawan di arena.
Bayangkan, saat makan siang saja ia harus menghabiskan sekitar 5.000 kalori, lalu dilanjutkan dengan 3.000 kalori lagi untuk makan malam. Total 8.000 kalori per hari! Ini setara dengan kalori yang dibutuhkan beberapa orang dewasa dalam tiga sampai empat hari.
Jika ada pesumo yang kesulitan makan banyak sekaligus dalam satu waktu, mereka bisa membagi porsinya menjadi beberapa kali makan. Yang penting, target kalori harian yang masif itu tetap tercapai demi mendukung pertumbuhan dan kekuatan tubuh.
Jadwal Makan Unik: Tanpa Sarapan, Langsung Gas Setelah Latihan!
Uniknya, para pesumo ini tidak sarapan. Mereka memulai hari dengan latihan intensif yang sangat menguras tenaga, biasanya sejak pukul 7 pagi hingga sekitar 11 siang.
Begitu latihan selesai, barulah waktu makan siang tiba. Ini adalah waktu makan pertama dan terbesar mereka dalam sehari, di mana mereka akan "mengisi ulang" energi yang terkuras habis.
Setelah itu, mereka akan makan lagi saat makan malam. Pola makan dua kali sehari ini dirancang khusus untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi setelah tubuh bekerja keras, sekaligus mendorong penyimpanan energi.
Menu ‘Jumbo’ yang Tetap Bernutrisi Tinggi
Jangan kira makan banyak berarti asal-asalan dan hanya mengonsumsi makanan cepat saji. Menu pesumo sangat beragam dan kaya nutrisi, seperti yang terlihat di kandang (stable) Tamanoi tempat Toseiryu berlatih.
Mereka mengonsumsi karbohidrat, protein, dan serat dalam jumlah besar dari berbagai sumber. Salah satu menu andalan adalah Chanko Nabe, sup bening yang sangat populer di kalangan pesumo, berisi protein seperti ayam atau ikan, aneka sayuran, dan tofu.
Tujuannya bukan cuma menggemukkan badan, tapi juga membangun massa otot yang padat dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Setiap makanan dipilih untuk mendukung pertumbuhan tubuh yang sehat dan kuat.
Selain makanan padat, hidrasi juga sangat penting. Toseiryu memastikan minum 3 liter air putih setiap hari, bahkan di sela-sela latihan untuk menjaga tubuhnya tetap terhidrasi dan siap tempur.
Komunitas dan Gotong Royong di Dapur Sumo
Makan bersama adalah tradisi penting yang tak terpisahkan dari kehidupan pesumo. Setelah latihan pagi yang melelahkan, para pesumo berkumpul untuk santap siang bersama, mempererat ikatan persaudaraan mereka.
Yang menarik, mereka juga terlibat langsung dalam proses memasak makanan sehari-hari. Giliran masak dibagi secara adil, dengan kelompok yang terdiri dari 3 pesumo bertugas menyiapkan makanan setiap pagi.
Ini bukan hanya tentang mengisi perut, tapi juga memperkuat ikatan komunitas, mengajarkan tanggung jawab, dan disiplin dalam kehidupan mereka sehari-hari sebagai rikishi (pesumo). Mereka tidak hanya berlatih di dohyo, tapi juga di dapur.
Mengapa Harus Gemuk? Ini Alasan di Balik Bobot Fantastis Mereka
Mungkin banyak yang bertanya, kenapa pesumo harus punya badan sebesar itu? Jawabannya sederhana: berat badan adalah aset krusial di arena pertandingan sumo.
Bobot yang besar memberikan stabilitas luar biasa, kekuatan dorong, dan momentum saat bertarung. Semakin berat seorang pesumo, semakin sulit bagi lawan untuk mengangkat, mendorong, atau menjatuhkan mereka keluar dari ring.
Target Toseiryu mencapai 160 kg menunjukkan betapa pentingnya faktor ini dalam strategi bertanding. Ini bukan sekadar lemak, tapi massa tubuh yang padat dan kuat, hasil dari latihan intensif dan nutrisi yang tepat.
Jadi, diet 8.000 kalori ini bukan sekadar nafsu makan yang tak terkendali, tapi perhitungan strategis yang matang untuk dominasi di dohyo. Setiap suapan adalah investasi untuk kemenangan.
Melihat pola makan pesumo seperti Toseiryu memang bikin geleng-geleng kepala. Tapi di balik angka kalori yang fantastis itu, ada disiplin baja, strategi nutrisi yang terencana matang, dan dedikasi luar biasa terhadap olahraga mereka. Ini bukan cuma tentang makan banyak, tapi tentang membangun ‘mesin’ tempur yang sempurna untuk jadi juara. Keren banget, kan?
Disunting oleh: S. Reja
Terakhir disunting: September 25, 2025













