Misteri Kematian Brigadir Esco Makin Panas: Istri Polwan Diperiksa, Autopsi Ungkap Fakta Mengejutkan!

Dyandra

Lima polwan berpose mengenakan seragam dinas polisi di depan sebuah bangunan.
Istri Brigadir Esco, seorang Polwan, turut diperiksa terkait kasus kematian suaminya.

NEWS TNG– Mataram – Kabar mengejutkan datang dari Lombok Barat. Penyelidikan kasus kematian Brigadir Esco Faska Rely semakin memanas, terutama setelah terungkap bahwa sang istri, seorang Polwan, kini turut diperiksa oleh pihak kepolisian. Ini bukan lagi sekadar kasus biasa, melainkan sebuah misteri yang perlahan mulai terkuak dengan fakta-fakta yang bikin geleng-geleng kepala.

Pada Jumat, 29 Agustus 2025, pukul 15:05 WIB, kepolisian mengonfirmasi langkah signifikan dalam upaya mereka mencari kebenaran. Kasus yang awalnya diduga bunuh diri ini kini mengarah pada indikasi tindak pidana penganiayaan, membuat publik bertanya-tanya: apa yang sebenarnya terjadi pada Brigadir Esco?

Babak Baru Penyelidikan: Fokus ke Lingkaran Terdekat

Kombes Syarif Hidayat, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, mengonfirmasi bahwa istri almarhum Brigadir Esco telah dimintai keterangan. Ia bukan satu-satunya, karena total sudah ada sekitar 23 saksi yang diperiksa intensif oleh Tim Satreskrim Polres Lombok Barat. Mulai dari orang yang pertama kali menemukan jasad, rekan kerja, hingga kini sang istri yang berprofesi sebagai Polwan.

Pemeriksaan ini menandai babak baru dalam upaya mengungkap tabir di balik kepergian Brigadir Esco. Pihak kepolisian masih sangat hati-hati dalam membeberkan detail, mengingat kasus ini masih dalam tahap penyelidikan yang krusial. Mereka berjanji akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut seiring berjalannya waktu.

Petunjuk Kunci dari Dunia Digital: Ponsel Brigadir Esco Jadi Harapan

Tidak hanya mengandalkan keterangan saksi, kepolisian juga menaruh harapan besar pada jejak digital. Mereka sedang berupaya keras untuk meretas ponsel milik Brigadir Esco, bahkan meminta bantuan khusus dari Bareskrim Polri. Data dari ponsel ini diharapkan bisa menjadi petunjuk emas yang menghubungkan potongan-potongan teka-teki.

Kombes Syarif menjelaskan bahwa hasil analisis dari ponsel tersebut akan sangat penting. Nantinya, informasi yang didapat akan dicocokkan dengan keterangan dari puluhan saksi yang sudah diperiksa. Ini adalah langkah strategis untuk mendapatkan gambaran utuh dan akurat tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Fakta Mengejutkan dari Meja Autopsi: Bukan Bunuh Diri Biasa?

Inilah bagian yang paling mengejutkan dan mengubah arah penyelidikan secara drastis. Awalnya ditemukan dengan kondisi leher terjerat, namun hasil autopsi dari tim dokter forensik RS Bhayangkara Mataram mengungkapkan fakta lain: Brigadir Esco tewas akibat tindak pidana penganiayaan. Ini bukan lagi sekadar kasus bunuh diri biasa.

Temuan ini sontak membuat fokus penyelidikan bergeser total. Dari yang semula mencari tahu penyebab kematian, kini polisi lebih gencar menelusuri siapa saja pelaku di balik penganiayaan keji ini. Teka-teki semakin rumit, namun juga semakin jelas bahwa ada pihak lain yang terlibat.

Komitmen Penuh Polda NTB: Kasus Ini Jadi Atensi Publik

Kasus Brigadir Esco ini bukan main-main, bahkan sudah menjadi atensi khusus dari Polda NTB. Kombes Syarif Hidayat menegaskan komitmen penuh untuk mengungkap kebenaran di balik kematian tragis ini. "Kami akan maksimal," ujarnya, menunjukkan keseriusan pihak berwenang.

Ia juga menyadari betul bahwa kasus ini telah menyita perhatian publik luas. Oleh karena itu, Polres Lombok Barat dan Polda NTB akan bekerja keras untuk menemukan titik terang secepatnya. "Mohon waktu untuk bisa mengungkap ini," tambahnya, meminta kesabaran masyarakat sambil memastikan proses hukum berjalan transparan.

Kronologi Penemuan Jasad: Awal Mula Sebuah Misteri

Mundur ke belakang, awal mula misteri ini terkuak pada Minggu, 24 Agustus 2025, sekitar pukul 11.30 Wita. Warga Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad. Lokasinya cukup terpencil, di bawah sebatang pohon kecil.

Jasad tersebut ditemukan dalam posisi terlentang, dengan leher terjerat tali yang terikat pada pohon. Pemandangan ini sontak membuat geger dan kabar pun cepat menyebar, hingga akhirnya sampai ke telinga pihak kepolisian. Petugas segera tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP.

Identitas korban baru terungkap setelah pemeriksaan lebih lanjut. Dari pakaian dinas yang dikenakan dan barang-barang pribadi seperti ponsel, jam tangan, hingga kunci motor di saku celana, dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Brigadir Esco Faska Rely. Sebuah penemuan yang mengguncang banyak pihak.

Pertanyaan yang Menggantung: Siapa Pelaku dan Apa Motifnya?

Dengan segala fakta baru ini, pertanyaan besar pun menggantung di benak banyak orang: Siapa sebenarnya yang tega menganiaya Brigadir Esco? Apa motif di balik tindakan keji tersebut? Dan bagaimana nasib sang istri Polwan yang kini turut diperiksa dalam lingkaran misteri ini?

Kasus ini menjadi sorotan tajam, bukan hanya karena melibatkan seorang anggota kepolisian, tetapi juga karena kompleksitas dan dugaan adanya penganiayaan. Masyarakat berharap agar keadilan segera ditegakkan dan pelaku bisa segera diringkus.

Penyelidikan masih terus berjalan, dan pihak kepolisian berjanji akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap kebenaran. Mari kita nantikan perkembangan selanjutnya dari kasus kematian Brigadir Esco yang penuh misteri ini. Semoga titik terang segera ditemukan dan keadilan bisa ditegakkan.

Disunting oleh: S. Reja

Terakhir disunting: September 26, 2025

Komentar Pembaca

pos terkait