TERUNGKAP! Inti Bulan Ternyata "Berhati Besi", NASA & Prada Siap Bikin Sejarah Baru di Antariksa!

Tita Yunita

Ilustrasi: Permukaan bulan yang dingin dan beku, layaknya inti besi yang padat.
Inti Bulan terungkap: Padat seperti besi, mengubah pemahaman tata surya.

NEWS TNG– Sobat News Tangerang, bersiaplah untuk sebuah kabar mengejutkan dari tetangga terdekat Bumi kita, Bulan! Setelah sekian lama menjadi misteri, para ilmuwan akhirnya berhasil menguak rahasia terdalam Bulan. Ternyata, inti Bulan bukan sekadar gumpalan biasa, melainkan sebuah bola padat yang kepadatannya mirip dengan besi! Penemuan revolusioner ini mengubah banyak pemahaman kita tentang Bulan dan bahkan sejarah tata surya.

Penelitian terbaru yang dipimpin oleh astronom Arthur Briaud dan timnya ini benar-benar bikin geger dunia sains. Mereka secara resmi mengonfirmasi keberadaan inti dalam Bulan yang solid dan padat. Ini bukan cuma sekadar data baru, Sobat, tapi sebuah lompatan besar dalam memahami bagaimana Bulan terbentuk dan berevolusi selama miliaran tahun.

Misteri Inti Bulan Terpecahkan!

Selama ini, para ilmuwan memiliki beberapa teori tentang apa yang ada di jantung Bulan. Ada yang menduga intinya cair sepenuhnya, ada pula yang berpendapat mungkin sebagian padat. Namun, dengan data terbaru ini, spekulasi tersebut kini terjawab sudah. Inti Bulan adalah bola padat, layaknya "hati besi" yang tersembunyi di kedalaman sana.

Penemuan ini memiliki implikasi yang sangat besar, Sobat News Tangerang. Tim peneliti menjelaskan bahwa hasil studi mereka mempertanyakan kembali evolusi medan magnet Bulan. Keberadaan inti dalam yang padat ini bisa jadi kunci untuk memahami mengapa Bulan memiliki medan magnet di masa lalu, dan bagaimana medan magnet itu kemudian menghilang atau berubah seiring waktu.

Selain itu, penemuan ini juga mendukung skenario "pembalikan mantel global" pada Bulan. Bayangkan saja, lapisan-lapisan di bawah permukaan Bulan bisa saja berputar atau bertukar posisi secara masif. Ini memberikan wawasan substansial tentang garis waktu pemboman Bulan dalam miliaran tahun pertama tata surya, lho! Artinya, kita bisa lebih akurat memahami kapan dan seberapa parah Bulan dihantam oleh asteroid dan komet di masa lampau.

Bagaimana para ilmuwan bisa tahu semua ini? Mereka menggunakan metode yang sangat cerdas, Sobat. Tim tersebut mempelajari material interior Bulan melalui gelombang akustik. Gelombang ini dihasilkan oleh "gempa Bulan" atau moonquake, mirip seperti gempa bumi di planet kita. Dengan menganalisis bagaimana gelombang suara ini merambat melalui lapisan-lapisan Bulan, mereka bisa memetakan struktur dan kepadatan material di dalamnya.

Penemuan inti padat ini membuka babak baru dalam eksplorasi dan pemahaman kita tentang Bulan. Para peneliti berharap, dengan informasi baru ini, mereka bisa memperluas pengetahuan tentang sejarah Bulan secara keseluruhan, dan tentu saja, sejarah tata surya kita yang maha luas. Ini adalah langkah maju yang luar biasa dalam upaya manusia untuk menguak rahasia alam semesta.

Gaya Futuristik di Luar Angkasa: Prada Rancang Baju Astronot NASA!

Nah, selain kabar inti Bulan yang bikin penasaran, ada lagi nih berita lain yang tak kalah seru dari dunia antariksa, Sobat News Tangerang. Siapa sangka, merek fesyen mewah asal Italia, Prada, kini ikut ambil bagian dalam misi penjelajahan luar angkasa NASA! Ya, kamu tidak salah dengar, Prada akan merancang pakaian luar angkasa baru untuk misi Bulan mendatang.

Misi yang dimaksud adalah Artemis III, sebuah proyek ambisius dari badan antariksa NASA. Misi ini akan menjadi pendaratan di Bulan pertama sejak Apollo 17 pada tahun 1972, yang artinya sudah lebih dari 50 tahun! Bayangkan, setelah setengah abad, manusia akan kembali menginjakkan kaki di permukaan Bulan, dan kali ini, dengan sentuhan gaya dari Prada.

Kolaborasi ini bukan main-main, Sobat. Para insinyur dari tim sistem Prada akan bergabung dengan Axiom Space, perusahaan yang memang ahli dalam pengembangan pakaian antariksa. Mereka akan bekerja sama untuk menciptakan pakaian antariksa generasi baru yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mungkin terlihat lebih modern dan ergonomis.

Mike Suffredini, Presiden dan CEO Axiom Space, mengungkapkan antusiasmenya. Ia mengatakan, "Kami meneruskan warisan NASA dengan merancang pakaian antariksa canggih yang akan memungkinkan para astronot untuk beroperasi dengan aman dan efektif di Bulan." Ini menunjukkan bahwa desain dari Prada bukan sekadar estetika, melainkan juga harus memenuhi standar keamanan dan fungsionalitas yang sangat tinggi.

Pakaian antariksa Artemis III dari Axiom Space ini dirancang khusus untuk menghadapi tantangan kompleks di kutub selatan Bulan. Area ini dikenal memiliki kondisi ekstrem, dengan suhu yang sangat dingin dan area bayangan permanen yang belum banyak dijelajahi. Dengan pakaian baru ini, para astronot diharapkan bisa bergerak lebih leluasa dan melakukan penelitian lebih mendalam di sana.

Mike Suffredini juga menegaskan bahwa tujuan utama dari pakaian antariksa ini adalah untuk membantu memperluas pemahaman kita tentang Bulan. Lebih jauh lagi, ini adalah langkah penting untuk memungkinkan kehadiran jangka panjang manusia di Bulan. Jadi, bukan cuma sekadar mendarat, tapi juga membangun fondasi untuk eksplorasi dan pemukiman di masa depan.

Masa Depan Penjelajahan Bulan: Lebih Dekat dari yang Kita Kira!

Sobat News Tangerang, kedua berita ini, baik penemuan inti Bulan maupun kolaborasi NASA dengan Prada, menunjukkan satu hal: masa depan penjelajahan luar angkasa semakin cerah dan menarik. Ilmu pengetahuan terus berkembang, membuka tabir misteri yang selama ini menyelimuti alam semesta. Teknologi juga semakin maju, memungkinkan kita untuk mencapai tempat-tempat yang dulunya hanya ada dalam mimpi.

Penemuan ilmiah tentang inti Bulan memberikan kita pemahaman fundamental tentang objek langit di sekitar kita. Sementara itu, inovasi dalam desain pakaian antariksa memastikan bahwa para penjelajah masa depan akan memiliki peralatan terbaik untuk menjalankan misi mereka. Ini adalah sinergi antara sains, teknologi, dan bahkan seni yang akan membawa umat manusia lebih jauh ke luar angkasa.

Siapa tahu, di masa depan, kita semua bisa menyaksikan langsung para astronot dengan pakaian antariksa rancangan desainer ternama, berjalan di permukaan Bulan yang kini kita tahu memiliki "hati besi". Ini adalah era baru eksplorasi, di mana batas-batas kemungkinan terus didorong. Bersiaplah, Sobat News Tangerang, karena petualangan di luar angkasa baru saja dimulai!

Disunting oleh: S. Reja

Terakhir disunting: September 28, 2025

Komentar Pembaca

pos terkait