NEWS TNG– Cashless lifestyle sedang digandrungi anak muda masa kini. Gaya hidup tersebut muncul seiring dengan kemajuan teknologi. Itulah mengapa berbagai tren lanjutan bermunculan, seperti melakukan pengajuan kartu kredit.
Gaya hidup tersebut dianggap membuat segala transaksi menjadi lebih praktis. Namun di sisi lain, ada juga yang beranggapan bahwa cashless lifestyle membuat pengeluaran menjadi lebih boros, Lantas mana yang benar? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya!
Alasan Cashless Lifestyle Dianggap Praktis
Gaya hidup cashless diperkirakan mulai muncul pada era 80-an. Bagaimanapun juga, lifestyle tersebut baru mulai marak pada akhir era 90-an. Seiring dengan berjalannya waktu, tren cashless semakin berkembang hingga ke berbagai lapisan masyarakat.
Cashless lifestyle kerap dianggap praktis karena berbagai alasan, seperti:
- Efisiensi
Gaya hidup ini membuat segala transaksi menjadi lebih cepat. Artinya, kamu tidak perlu mengantri terlalu lama untuk mengambil uang tunai di ATM saat tidak membawanya hanya untuk melakukan suatu transaksi.
Selain itu, kamu juga tidak perlu membawa terlalu banyak uang di dalam dompet setiap ingin membeli atau membayar sesuatu. Jadi, tidak ada lagi masalah dompet menggembung yang dapat mengurangi kenyamananmu saat melakukan transaksi.
Menariknya, transaksi bisa selesai dalam hitungan detik kapan dan di mana saja, ‘lho! Bahkan, kamu bisa melakukan semuanya hanya dengan kartu berukuran kecil atau aplikasi di ponsel.
- Keamanan
Membawa uang tunai dalam jumlah banyak memang sering merepotkan. Tidak hanya itu, risiko kehilangan juga semakin tinggi. Terlebih lagi kalau kamu sedang berada di tempat ramai yang rawan akan tindak kejahatan.
Nah untuk mengantisipasinya, banyak orang menerapkan lifetstyle ini. Dengannya, kamu hanya perlu kartu berukuran kecil yang mudah disimpan di tempat aman. Misalnya di dompet khusus kartu, lalu diletakkan di kantong bagian dalam jaket.
Kalau apply Kartu Kredit Digital, kamu malah hanya perlu membawa HP yang memiliki aplikasinya. Tidak hanya itu, data juga akan terlindungi karena ada OTP, PIN, dan sistem enkripsi.
- Pencatatan Otomatis
Membawa uang tunai dalam jumlah banyak membutuhkan ketelitian agar tidak langsung habis untuk melakukan berbagai transaksi. Supaya lebih terkontrol, kamu perlu melakukan pencatatan keuangan sendiri.
Berbeda dengan cashless lifestyle, semua transaksi keuangan akan dicatat pada sistem. Kamu bisa memantaunya kapan saja. Hal ini akan mempermudah analisis pengeluaran serta kebiasaan belanja.
Kemudahan ini juga bisa dirasakan kalau kamu melakukan pengajuan Kartu Kredit Digital. Terlebih lagi, kartu kredit tersebut dibekali dengan aplikasi yang compatible di berbagai gadget. Segala transaksi bisa dilihat di sana.
- Promo dan Cashback
Saat ini, berbagai promo dan cashback bisa dirasakan setelah memiliki layanan cashless tertentu. Begitu juga kalau kamu sudah apply Kartu Kredit. Tentu hal ini bisa membuat transaksi menjadi lebih hemat.
Promo dan cashback merupakan kerja sama antara layanan cashless dengan merchant tertentu. Kedua hal ini sering diikuti oleh syarat tertentu yang perlu dipenuhi oleh pengguna. Jadi, kamu harus memperhatikan sebelum memanfaatkannya.
Promo dan cashback bisa ditemukan di berbagai item, mulai dari makanan, minuman, hingga barang yang berkaitan dengan hobi. Bahkan, kamu juga bisa memanfaatkannya saat membeli kebutuhan rumah tangga, ‘lho!

Alasan Cashless Lifestyle Boros
Selaras dengan yang telah dijabarkan di atas, cashless masih dianggap oleh banyak orang sebagai gaya hidup boros. Bahkan, tak sedikit di antaranya yang menghindarinya. Berikut beberapa alasannya:
- Kemudahan Impulsif
Kemudahan metode cashless membuat sebagian orang berbelanja dengan cara impulsif. Hal ini ditandai dengan ketidakmampuan mereka dalam membedakan keinginan dan kebutuhan. Alhasil, perilaku konsumtif pun muncul.
Masalah bisa bertambah runyam kalau mereka melakukan pengajuan Kartu Kredit. Mereka bisa berbelanja dalam jumlah banyak tanpa sadar karena merasa tidak mengeluarkan uang saat itu juga. Cicilan pun berpotensi macet di kemudian hari.
- Efek Psikologis
Efek psikologis antara metode pembayaran tunai dan cashless sering dianggap berbeda. Dengan membayar secara tunai, sebagian orang memiliki rasa kehilangan karena harus menyerahkan bentuk fisiknya.
Sebaliknya, perasaan ini tidak terlalu terasa karena uang dalam metode cashless berwujud abstrak atau tidak nyata. Akhirnya, mereka tidak sadar telah menghabiskan banyak uang untuk melakukan aneka transaksi.
- Biaya Tersembunyi
Ada sejumlah biaya tambahan yang kerap mengiringi transaksi cashless. Misalnya adalah biaya administrasi, transfer, hingga top-up saldo. Hal ini sering tidak disadari sehingga pengeluaran menjadi lebih banyak.
Kondisi ini juga sering terjadi pada sebagian orang yang sudah melakukan pengajuan Kartu Kredit. Bahkan, mereka kerap tidak sadar akan adanya bunga maupun denda dalam kondisi tertentu.
- Terlena dengan Promo
Promo memang membuat transaksi menjadi lebih terjangkau. Namun, sebagian orang sering merasa terlena sehingga terus berbelanja menggunakan promo. Tanpa disadari, aktivitas ini membuat pengeluaran semakin tinggi.
Cara Bijak Bertransaksi Cashless
Cashless lifestyle memang membuat hidup menjadi lebih mudah. Namun, kamu tetap harus bijak dalam menerapkannya dan memperhatikan semua kondisi yang menyertainya. Dengan demikian, dampak buruk dari gaya hidup ini bisa diminimalkan.
Nah supaya kamu bisa menerapkannya dengan baik, ajukan Kartu Kredit DBS. Layanan ini sudah dilengkapi aplikasi yang memudahkan pemantauan dan kontrol seluruh transaksi. Menariknya, seluruh transaksi juga bisa diubah menjadi cicilan sesukamu. DBS menyediakan dua opsi Kartu Kredit, yakni kartu fisik serta kartu digital, sesuaikan dengan kebutuhanmu.
Pengajuan Kartu Kredit DBS ini cukup mudah karena bisa melalui Aplikasi DBS digibank, ‘lho! Maka dari itu, cobalah untuk mengajukannya sekarang!
Disunting oleh: S. Reja
Terakhir disunting: Juni 11, 2026














