NEWS TNG– Pernah nggak sih lo denger cerita temen atau keluarga yang baru aja selesai bangun rumah, eh tapi malah komplain ke sana-kemari? “Ruang tamunya kok sempit banget,” “Dapur nggak praktis,” atau yang paling nyesek, “Kok jadi jauh lebih mahal dari budget awal?” Kalau lo pernah denger keluhan-keluhan kayak gitu, kemungkinan besar masalahnya bukan di tukangnya, tapi justru dari fase paling awal: desain.
Yup, tahap desain bangunan yang sering dianggap cuma formalitas ini ternyata jadi titik lemah paling fatal dalam banyak proyek pembangunan rumah tinggal. Banyak orang yang langsung excited pengen liat bangunan fisiknya jadi, tanpa sadar bahwa mereka skip fase yang paling krusial. Padahal, kesalahan di tahap desain itu efeknya domino banget—bisa bikin proyek lo berantakan, budget membengkak, bahkan hasil akhirnya nggak nyaman buat ditinggalin.
Menurut praktisi dari Casanova Jaya Design, kesalahan pada tahap desain merupakan salah satu penyebab utama ketidakefisienan proyek bangunan. Dan trust me, dampaknya bukan main-main.
Kenapa Desain Sering Dianggap Sepele?
“Sebagian besar masalah di lapangan sebenarnya berawal dari desain yang belum dipikirkan secara menyeluruh. Ketika desain belum matang, dampaknya akan terasa sepanjang proses pembangunan,” ujar Singgih, perwakilan dari Casanova Jaya Design.
Problemnya simple tapi real: banyak orang yang menganggap desain itu cuma soal gambar-gambar cantik buat pamer di Instagram. Padahal, desain yang bener itu mencakup perencanaan fungsi ruang, perhitungan struktur, sirkulasi udara, pencahayaan, sampai penyesuaian dengan kondisi lahan. Kompleks, kan?
Akibatnya? Begitu pembangunan jalan, baru deh ketahuan bahwa ada yang nggak beres. Terus harus revisi sana-sini, ganti material, bahkan ada yang sampai roboh bagian tertentu buat dibangun ulang. Pain banget, duit juga boncos.
7 Kesalahan Fatal dalam Tahap Desain
Berdasarkan pengalaman menangani berbagai proyek, Casanova Jaya Design mencatat beberapa kesalahan umum yang paling sering bikin proyek pembangunan rumah jadi nightmare:
1. Desain yang Cuma Prioritasin Estetika, Fungsi Diabaikan
Ini yang paling sering kejadian. Secara visual, rumahnya kelihatan kece badai, Instagrammable pula. Tapi begitu ditinggalin? Ruang tamu sempit, dapur nggak fungsional, atau sirkulasi antar ruang yang bikin lo harus muter-muter kayak lagi main maze.
Singgih menjelaskan bahwa penempatan ruang sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan penghuni. “Banyak bangunan yang secara visual terlihat menarik, namun tidak nyaman digunakan karena tata ruang yang kurang tepat,” katanya.
2. Pencahayaan dan Ventilasi yang Nggak Dipikirkan Matang
Bayangin lo bangun rumah dengan budget puluhan juta, eh pas jadi ternyata gelap melulu dan gerah kayak sauna. Ini terjadi karena desain nggak mempertimbangkan arah matahari dan aliran udara dengan baik.
“Masalah pencahayaan dan ventilasi seharusnya bisa diantisipasi sejak desain awal. Jika sudah terlanjur dibangun, perbaikannya akan jauh lebih rumit,” lanjut Singgih.
Ujung-ujungnya lo harus pasang AC di banyak ruangan atau nambah lampu di mana-mana. Budget bengkak lagi, deh.
3. Nggak Nyesuain dengan Kondisi Lahan
Punya lahan berkontur atau tanah yang nggak rata? Well, itu harus banget dipertimbangkan dalam desain. Sayangnya, banyak yang malah maksa desain rumah impian mereka tanpa menyesuaikan dengan realita kondisi lahan.
Faktor seperti kontur tanah, ukuran lahan, dan lingkungan sekitar kerap diabaikan, padahal sangat memengaruhi efektivitas desain dan pelaksanaan konstruksi. Akibatnya? Pas pembangunan jalan, baru deh kaget karena harus nimbun tanah dulu, bikin retaining wall tambahan, atau bahkan ubah struktur bangunan. Biaya nambah, waktu mundur.
4. Desain yang Nggak Sinkron dengan Aspek Teknis

Ini nih yang bahaya. Desain keliatan wow, tapi ternyata nggak didukung perhitungan struktur yang tepat. Menurut Casanova Jaya Design, kesalahan ini cukup sering ditemui dan bisa menimbulkan kendala serius saat konstruksi.
“Desain seharusnya menjadi titik temu antara estetika dan teknis. Jika salah satu diabaikan, risiko masalah akan semakin besar,” kata Singgih.
Worst case scenario? Bangunan yang nggak aman secara struktural. Dan itu bukan cuma soal duit, tapi juga soal keselamatan penghuni.
5. Desain yang Nggak Realistis
Ada kalanya desain yang dibuat terlalu idealis dan nggak realistis dengan budget atau teknologi konstruksi yang available. Di beberapa proyek, desain yang tidak realistis dengan kondisi lapangan menyebabkan perubahan struktur di tengah pembangunan.
Hal ini tidak hanya berdampak pada biaya, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas dan keamanan bangunan. Jadi, mimpi boleh setinggi langit, tapi tetap harus grounded dengan realita.
6. Kurang Komunikasi dengan Semua Pihak
Desain yang matang membantu semua pihak—pemilik bangunan, arsitek, kontraktor, sampai tukang—punya acuan yang sama. Sayangnya, banyak proyek yang desainnya nggak dikomunikasikan dengan baik, jadinya masing-masing pihak punya interpretasi sendiri.
Ujung-ujungnya? Kesalahpahaman di lapangan, hasil yang nggak sesuai ekspektasi, dan drama berkepanjangan.
7. Nggak Mikirin Kebutuhan Jangka Panjang
Lo bangun rumah bukan buat sehari dua hari, kan? Makanya, desain harus mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang. Misalnya, kalau lo berencana punya anak, apakah ruangnya cukup? Atau kalau lo kerja dari rumah, apakah ada space yang bisa dijadikan home office?
Banyak orang yang cuma mikirin kebutuhan saat ini dan lupa bahwa needs mereka bisa berubah seiring waktu.
Pentingnya Desain Sebagai Investasi Awal
Di wilayah Jawa Tengah, khususnya pada proyek rumah tinggal, kesadaran akan pentingnya desain yang terintegrasi mulai tumbuh. Pemilik rumah mulai memahami bahwa desain bukan hanya soal tampilan, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi jangka panjang.
Singgih menambahkan bahwa pemilik bangunan perlu melihat desain sebagai investasi awal yang menentukan kualitas bangunan dalam jangka panjang.
“Kesalahan desain mungkin tidak langsung terasa, tetapi dampaknya akan muncul seiring waktu. Karena itu, tahap desain seharusnya mendapat perhatian yang sama besar dengan tahap konstruksi,” ujarnya.
Think about it: mending lo spend lebih di awal buat desain yang bener, daripada harus spend berkali-kali lipat buat benerin kesalahan di kemudian hari.
Yang Perlu Lo Lakuin Sebelum Mulai Bangun

Buat lo yang lagi planning mau bangun rumah atau renovasi besar-besaran, here’s what you need to do:
Pastikan desain lo udah mencakup semua aspek. Bukan cuma gambar denah, tapi juga detail struktur, utilitas, pencahayaan, dan ventilasi.
Komunikasikan kebutuhan lo dengan jelas. Jangan malu buat ngomong kalau lo butuh ini-itu. Desainer yang baik akan dengerin dan translate kebutuhan lo jadi desain yang fungsional.
Konsultasi dengan profesional yang berpengalaman. Casanova Jaya Design, misalnya, menekankan pentingnya penyusunan desain secara bertahap dan terstruktur. Setiap keputusan desain sebaiknya didasarkan pada kebutuhan pengguna, kondisi lahan, serta rencana jangka panjang bangunan.
Informasi mengenai pendekatan perencanaan dan layanan di bidang desain dan konstruksi bisa lo cek di casanovajayadesign.com, yang memuat berbagai referensi terkait proses pembangunan dan perencanaan bangunan.
Review desain berkali-kali sebelum eksekusi. Lebih baik spend waktu lebih lama di fase desain daripada harus revisi saat pembangunan udah jalan.
The Bottom Line
Ke depan, tantangan dalam tahap desain bangunan diperkirakan akan semakin kompleks. Keterbatasan lahan, regulasi bangunan, serta meningkatnya kebutuhan akan hunian yang nyaman dan efisien membuat tahap desain menjadi semakin krusial.
Bagi lo yang akan memulai proyek pembangunan, pemanfaatan layanan desain dan perencanaan konstruksi bangunan dinilai dapat membantu mengurangi risiko kesalahan sejak tahap awal dan memastikan proses pembangunan berjalan lebih terarah.
Remember, rumah adalah investasi jangka panjang lo. Jangan sampai gara-gara skip atau anggap remeh fase desain, lo malah dapet rumah yang nggak nyaman, nggak aman, dan bikin lo nyesel seumur hidup. Better safe than sorry, bestie!
Jadi, sebelum lo mulai bangun rumah impian lo, make sure desainnya udah bener-bener matang. Konsultasi dengan ahlinya, komunikasikan semua kebutuhan lo, dan jangan pernah compromise sama hal-hal fundamental kayak struktur dan keamanan. Your future self will thank you for that!
Mau tau lebih lanjut tentang gimana cara bikin desain rumah yang solid dan anti-drama? Langsung aja cek https://casanovajayadesign.com buat explore layanan dan insights yang mereka punya. Who knows, ini bisa jadi starting point lo buat punya rumah impian yang beneran perfect!
Disunting oleh: S. Reja
Terakhir disunting: Desember 19, 2025














