NEWS TNG– Kamu pasti sering banget beli telur di supermarket atau pasar, kan? Nah, pernah gak sih langsung mencuci telur-telur itu begitu sampai di rumah, biar bersih dan siap masak? Eits, tunggu dulu! Ternyata, kebiasaan ini justru jadi kesalahan fatal yang bikin telur kamu cepat busuk, lho.
Seorang peternak dari Malaysia, Michael, yang dikenal lewat akun Instagram @regenerativefarmers.mas, baru-baru ini membongkar rahasia cara menyimpan telur agar tetap segar lebih lama. Dan tebak apa? Kuncinya justru ada pada tidak mencuci telur yang kotor! Ini bukan cuma mitos, tapi ada penjelasan ilmiahnya.
Mengapa Telur Cepat Busuk? Ini Biang Keroknya!
Banyak dari kita mungkin berpikir, telur yang kotor itu jorok dan harus segera dibersihkan. Padahal, asumsi ini justru bisa memperpendek usia simpan telur di dapurmu. Michael menegaskan, mencuci telur terlalu cepat sama saja dengan menghilangkan "tameng" alami yang melindungi kualitas telur.
Telur yang baru keluar dari ayam itu punya perlindungan super canggih yang sering kita abaikan. Kalau kamu sering mendapati telur cepat bau atau teksturnya berubah, bisa jadi kebiasaan mencuci inilah penyebab utamanya. Jadi, sebelum kamu buru-buru menyikat telur, yuk pahami dulu rahasia di baliknya.
Mengenal ‘Bloom’: Tameng Alami Telur yang Jarang Diketahui
Apa sih "tameng" yang dimaksud Michael? Namanya adalah bloom, atau kutikula. Ini adalah lapisan pelindung alami yang sangat tipis, hampir tidak terlihat, yang menyelimuti cangkang telur begitu pertama kali dikeluarkan oleh ayam. Fungsinya krusial banget, lho!
Lapisan bloom ini bekerja seperti segel pelindung. Ia menutup pori-pori mikroskopis pada cangkang telur, mencegah bakteri dari luar masuk ke dalam, dan juga menghambat penguapan kelembapan dari bagian dalam telur. Bayangkan saja, ini adalah jaket pelindung anti-bakteri dan anti-kering alami dari telur.
Ketika kamu mencuci telur, terutama dengan air dan sabun, lapisan bloom ini akan terangkat dan hilang. Pori-pori pada cangkang telur yang tadinya tertutup rapat kini terbuka lebar. Ini seperti membuka pintu gerbang bagi bakteri untuk masuk dan mempercepat proses pembusukan.
Tanpa lapisan pelindung ini, telur jadi lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri seperti Salmonella, dan juga lebih cepat kehilangan kelembapan. Akibatnya, telur akan lebih cepat kering, kuning telurnya pecah, dan tentu saja, lebih cepat busuk. Jadi, mencuci telur itu ibaratnya justru mempercepat proses kadaluarsa alami mereka.
Fakta Unik: Telur Kotor Itu Normal dan Aman!
Bagi sebagian besar konsumen, melihat telur dengan sedikit kotoran ayam atau noda tanah mungkin terasa kurang higienis. Tapi, menurut Michael, telur yang kotor itu adalah hal yang sangat wajar di peternakan. Ayam tidak selalu buang air di tempat yang "bersih", jadi wajar kalau ada sedikit noda menempel.
Yang penting untuk dipahami adalah, kotoran di luar cangkang tidak secara otomatis berarti telur itu berbahaya untuk dikonsumsi. Selama lapisan bloom masih utuh, bakteri dari kotoran tersebut tidak akan bisa masuk ke dalam telur. Nutrisi dan kualitas di dalamnya tetap terjaga sempurna.
Michael bahkan menambahkan, nilai gizi dari telur yang terlihat kotor sama sekali tidak berkurang. Perbedaan hanya ada pada tampilan luar yang mungkin kurang menarik di mata sebagian konsumen. Jadi, jangan khawatir berlebihan jika kamu menemukan telur yang sedikit bernoda.
Para peternak biasanya hanya membersihkan telur dengan cara sederhana, seperti menggosok ringan pada bagian yang terkena noda kering. Telur yang tidak bisa dibersihkan secara layak, atau yang kotorannya terlalu banyak, umumnya tidak dijual. Mereka justru dikonsumsi sendiri oleh peternak dan keluarganya. Ini membuktikan bahwa telur kotor pun aman bagi mereka.
Beda Negara, Beda Cara: Mengapa Ada Telur yang Dicuci dan Ada yang Tidak?
Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa di beberapa negara, telur selalu disimpan di kulkas dan dicuci bersih sebelum dijual (misalnya di Amerika Serikat), sementara di negara lain (seperti di Eropa atau sebagian besar Asia), telur justru disimpan di suhu ruang dan seringkali tidak dicuci? Ini semua berkaitan dengan lapisan bloom tadi!
Di negara-negara yang mewajibkan pencucian telur, lapisan bloom memang sengaja dihilangkan. Untuk mengkompensasi hilangnya perlindungan alami ini, telur kemudian harus segera didinginkan (direfrigerasi) untuk memperlambat pertumbuhan bakteri. Mereka juga seringkali dilapisi minyak mineral setelah dicuci untuk sedikit mengembalikan fungsi pelindung.
Sebaliknya, di negara-negara yang tidak mencuci telur, lapisan bloom dipertahankan. Oleh karena itu, telur bisa disimpan di suhu ruang tanpa perlu pendinginan segera, asalkan suhunya stabil dan tidak terlalu panas. Ini adalah dua pendekatan yang berbeda dalam menjaga keamanan dan kesegaran telur. Jadi, tidak ada yang benar-benar "salah", hanya saja metode penyimpanannya harus disesuaikan.
Tips Praktis: Cara Menyimpan Telur yang Benar Ala Peternak
Setelah tahu pentingnya lapisan bloom, lalu bagaimana cara menyimpan telur yang benar agar awet berminggu-minggu? Ini dia tips dari Michael dan para peternak lainnya:
- Jangan Cuci Telur Sampai Mau Dipakai: Ini adalah aturan emasnya. Biarkan lapisan bloom tetap utuh. Cuci telur hanya sesaat sebelum kamu akan memasaknya.
- Simpan di Suhu Ruang (Jika Belum Dicuci): Telur yang belum dicuci bisa disimpan di suhu ruang yang sejuk dan stabil, jauh dari sinar matahari langsung atau sumber panas. Kotak telur bawaan dari toko sudah cukup baik untuk melindunginya.
- Hindari Perubahan Suhu Drastis: Perubahan suhu yang ekstrem bisa menyebabkan kondensasi (pengembunan) pada cangkang telur, yang justru bisa menarik bakteri masuk melalui pori-pori.
- Simpan di Kulkas (Jika Sudah Dicuci atau Ingin Lebih Lama): Jika kamu terlanjur mencuci telur, atau ingin menyimpannya lebih lama lagi, masukkan ke dalam kulkas. Pastikan disimpan dalam wadah tertutup agar tidak menyerap bau dari makanan lain.
Dengan mengikuti tips ini, telur kamu bisa bertahan jauh lebih lama, bahkan berminggu-minggu, tanpa perlu khawatir cepat busuk. Ini adalah cara alami dan efektif yang sudah dipraktikkan para peternak selama bertahun-tahun.
Kapan Sebaiknya Telur Dicuci?
Jadi, kapan waktu yang tepat untuk mencuci telur? Jawabannya sederhana: hanya ketika kamu akan menggunakannya atau memasaknya. Sebelum dipecahkan atau direbus, cuci bersih telur di bawah air mengalir. Kamu bisa menggunakan sikat lembut jika ada noda yang membandel.
Setelah dicuci, segera gunakan telur tersebut. Jangan mencuci telur lalu menyimpannya kembali, apalagi di suhu ruang, karena ini justru akan mempercepat pembusukan. Kebiasaan sederhana ini bisa membuat telur lebih awet sekaligus tetap aman untuk dikonsumsi.
Kesimpulan: Jangan Remehkan Lapisan Alami Telur!
Pesan utama dari Michael dan para peternak adalah pentingnya memahami fungsi bloom pada telur. Dengan menjaga lapisan alami ini tetap utuh, telur dapat bertahan lebih lama tanpa perlu tambahan pengawet atau perlakuan khusus. Ini adalah trik sederhana yang sering diabaikan, padahal dampaknya besar.
Mulai sekarang, ubah kebiasaanmu dalam menyimpan telur. Jangan langsung mencucinya begitu sampai di rumah. Biarkan "tameng" alami telur bekerja melindungi kualitasnya. Dengan begitu, kamu tidak hanya menghemat telur dari pembusukan dini, tapi juga menghargai kecerdasan alam dalam menciptakan makanan yang sempurna ini. Selamat mencoba tips dari peternak ini, dijamin telurmu jadi lebih awet!
Disunting oleh: S. Reja
Terakhir disunting: September 25, 2025













