NEWS TNG– Sumpah Pemuda nggak melulu soal upacara bendera dan pidato formal yang bikin ngantuk. Di tangan Karang Taruna (Katar) RW 01 Rempoa, Ciputat Timur, perayaan Sumpah Pemuda ke-97 kemarin jadi ajang yang literally keren: mereka sukses menggabungkan aksi nyata cinta lingkungan dengan turnamen Mobile Legend!
Ini baru namanya relate. Karang Taruna Unit RW 01 Rempoa, sebagai penyelenggara, tampaknya sadar betul cara merangkul energi anak muda tanpa ninggalin esensi perjuangan. Mereka menggelar rangkaian acara dengan tema besar “Aksi Nyata Cinta Lingkungan”, yang puncaknya digelar meriah pada Sabtu (25/10/2025).
Gimana nggak keren? Mereka berhasil menjembatani dua dunia yang sering dianggap terpisah: kepedulian sosial di dunia nyata dan kompetisi sengit di dunia digital.
Dari Situ Gintung…
Sesuai temanya, “Aksi Nyata” ini bukan cuma slogan di spanduk. Jauh sebelum acara puncak, para pemuda Karang Taruna ini udah turun tangan. Mereka menggelar aksi bersih-bersih sampah di kawasan Situ Gintung.
Buat kamu yang penasaran sama kegiatan “Aksi Nyata, Cinta Lingkungan”, baca artikelnya disini
Kenapa Situ Gintung? Selain jadi salah satu ikon wilayah, area ini juga jadi ‘halaman belakang’ mereka yang butuh perhatian konkrit. Ini adalah wujud langsung kepedulian mereka terhadap lingkungan yang sering jadi isu penting buat Gen Z dan Milenial. Mereka nggak cuma ngomongin climate change di media sosial, tapi beneran action di lingkungan terdekat.
…Ke ‘Land of Dawn’
Di sisi lain, Karang Taruna RW 01 Rempoa juga nggak anti-digital. Mereka tahu persis di mana anak muda berkumpul: di dunia game. Makanya, mereka sekalian menggelar turnamen Mobile Legend (ML).
Ini langkah cerdas. Daripada energi muda habis buat hal nggak jelas atau scrolling doang, lebih baik disalurin lewat kompetisi yang sportif dan butuh strategi tim. Ini bukan sekadar ‘mabar’ biasa, tapi turnamen beneran yang jadi bagian dari perayaan Sumpah Pemuda.
Lewat e-sports, mereka belajar soal kerja sama tim, sportivitas, dan fokus—nilai-nilai yang ternyata masih sangat relevan dengan semangat persatuan yang diikrarkan 97 tahun lalu.
Puncak Acara yang ‘Pecah’
Puncak acara hari Sabtu itu benar-benar jadi pesta rakyat. Dari pantauan Suhery Wiguna di lokasi, suasana festive udah terasa sejak pagi. Sekitar pukul 07.00 WIB, jalanan utama RW 01 dihiasi karnaval warga yang antusias.
Nggak lama setelah itu, panggung utama diambil alih oleh ibu-ibu dan remaja putri. Mereka kompak mengikuti senam kebugaran, nunjukkin kalau acara ini sukses merangkul semua lapisan usia.
Kerennya lagi, di sekitar lokasi acara juga berdiri tenda-tenda yang disediakan panitia. Menurut Suhery Wiguna, tenda ini jadi etalase penting bagi para pelaku UMKM lokal. Mereka bisa memamerkan dan menjual produk buatan sendiri, dari kuliner khas rumahan sampai kerajinan tangan. Ini nggak cuma soal pesta, tapi juga soal menggerakkan roda ekonomi di level hyperlocal.
Makna Slogan “Cipta, Karsa, Karya Nyata”
Acara ini bukan cuma seru-seruan. Ada pesan mendalam yang disampaikan Ketua RW 01 Rempoa, Bapak Robert Hardiyanto. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus relevan dengan zamannya.
“Api semangat Sumpah Pemuda, saat ini hadir walau bukan dalam bentuk ikrar atau sumpah,” ujar Robert di hadapan warga.
Ia menekankan bahwa semangat itu kini “terwujud dalam Cipta, Karsa dan karya nyata para pemuda.”
Slogan ini seolah jadi benang merah seluruh acara. “Cipta” bisa jadi representasi kreativitas strategi di turnamen ML. “Karsa” adalah niat baik dan kemauan kuat Karang Taruna untuk membuat perubahan. Dan “Karya Nyata” adalah wujud fisik dari aksi mereka membersihkan Situ Gintung dan menghidupkan panggung UMKM.
Pesan ini jelas jadi motivasi kuat, nggak cuma buat pemuda tapi juga seluruh warga yang hadir.
Kolaborasi Lintas Elemen
Suksesnya acara ini jelas bukan kerja satu orang. Ini adalah hasil kolaborasi solid. Dilansir dari keterangan di lapangan, acara ini didukung penuh oleh berbagai elemen masyarakat.
Tampak hadir Lurah Rempoa, Bhimas Rempoa, dan Babinkamtibmas Rempoa. Kehadiran tiga pilar ini menunjukkan sinergi yang kuat antara warga, pemerintah, dan aparat keamanan.
Selain itu, hadir pula Pokdarkamtibmas Ring 29 Rempoa, seluruh pengurus RT se-RW 01, dan warga masyarakat. Yang menarik, antusiasme juga datang dari warga di luar wilayah Rempoa, membuktikan acara ini punya daya tarik yang luas.
Karang Taruna RW 01 Rempoa benar-benar berhasil nge-translate nilai-nilai sejarah jadi aksi yang relevan dan membumi. Penyelenggara berharap kegiatan ini bisa jadi tradisi tahunan. Sebuah model perayaan Sumpah Pemuda yang patut ditiru: less formalitas, more action.
Disunting oleh: S. Reja
Terakhir disunting: Oktober 26, 2025










