160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Kiki Abdul Rachman Buktikan Bisnis dan Kebaikan Bisa Sejalan

NEWS TANGERANG– Siapa bilang sukses di dunia digital marketing bikin seseorang jadi lupa diri? Kiki Abdul Rachman, konsultan dan trainer digital marketing asal Bandung, justru membuktikan sebaliknya. Di tengah kesibukannya mengelola Dimaloka dan membantu puluhan UMKM berkembang, pria ini tetap menyempatkan diri untuk kegiatan sosial yang meaningful.

Ramadan yang Berkesan: Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Bulan Ramadan 2025 kemarin, Kiki menghadiri acara buka puasa bersama anak-anak yatim yang diselenggarakan Yayasan Bangawan Rama Budi. Lokasinya di Grand ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan—sederhana tapi penuh kehangatan.

Puluhan anak dari Yayasan Salakha dan Panti Asuhan Wisma Karya Bakti hadir dalam acara ini. Bukan cuma soal makanan berbuka, tapi juga bingkisan, cerita inspiratif, dan momen kebersamaan yang nggak akan mereka lupakan.

“Saya percaya bahwa bisnis dan kebaikan sosial bisa berjalan berdampingan. Bahkan, seharusnya saling menguatkan,” ujar Kiki.

Track Record yang Bicara: 150+ UMKM Terbantu

Nama Kiki Abdul Rachman memang sudah nggak asing lagi di kalangan pelaku UMKM. Sejak mendirikan Dimaloka pada 2020, ia telah membantu lebih dari 150 pelaku usaha lokal mengembangkan bisnis mereka secara digital.

Keahliannya meliputi:

  • Strategi iklan Google Ads dan Meta Ads
  • Optimasi marketplace dan SEO
  • Digital marketing untuk UMKM
  • Konsultasi bisnis digital

Yang bikin Kiki beda dari digital marketer lainnya? Pendekatannya yang terukur, praktis, tapi tetap humanis. Makanya, banyak klien yang menganggapnya bukan cuma praktisi, tapi juga mentor dan partner pertumbuhan bisnis.

Philosophy Hidup: Kesuksesan Sejati = Impact untuk Orang Lain

Bagi Kiki, kesuksesan nggak cuma soal angka penjualan atau traffic website yang naik. Ada yang lebih penting: sejauh mana kita bisa berdampak bagi kehidupan orang lain.

“Saya tumbuh di lingkungan yang mengajarkan pentingnya berbagi. Dan sekarang, ketika diberi kesempatan untuk berkembang, saya ingin membagikan kembali sedikit dari apa yang saya punya,” ungkapnya.

Refleksi di Balik Kesibukan Campaign dan Conversion Rate

Kegiatan sosial seperti ini juga jadi momen refleksi buat Kiki dan timnya. Di tengah rutinitas A/B testing, campaign optimization, dan laporan performa klien, mereka diingatkan tentang hal yang lebih fundamental.

“Saya sering bilang ke tim, kita boleh sibuk mikirin campaign klien sampai laporan performa. Tapi sesekali, kita juga perlu berhenti sejenak, dan bertanya: untuk siapa semua ini kita kerjakan?”

Budaya Berbagi yang Berkelanjutan

Yang keren dari Kiki dan tim Dimaloka, kegiatan sosial ini bukan cuma agenda musiman. Mereka berkomitmen menjadikannya bagian dari budaya kerja. Rencana ke depan, aktivitas serupa akan melibatkan lebih banyak pihak:

  • Rekan kerja dan klien
  • Komunitas digital marketing
  • Para pelaku UMKM binaan
  • Partner bisnis lainnya

Response dari komunitas juga sangat positif. Banyak klien dan kolega yang memberikan apresiasi, bahkan ada yang mengirim donasi sebagai bentuk solidaritas.

Lesson Learned: Empati Memperkuat Performa Bisnis

Pengalaman Kiki membuktikan bahwa empati dan kesadaran sosial justru memperkuat performa bisnis. Ketika bekerja dengan hati, hasilnya terasa lebih bermakna—bukan cuma untuk angka, tapi untuk kemanusiaan.

“Semakin banyak yang kita bantu tumbuh, semakin kuat juga pijakan kita untuk berkembang,” tutupnya.


Ingin tahu lebih lanjut tentang strategi digital marketing yang humanis ala Kiki Abdul Rachman? Atau tertarik menerapkan pendekatan serupa di bisnis Anda?

Artikel ini menunjukkan bahwa sukses di digital marketing nggak harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. Justru, kombinasi keduanya bisa menciptakan impact yang lebih besar dan berkelanjutan.

Penulis: Santika Reja

Editor: Santika Reja

Terakhir disunting: Agustus 10, 2025

Kamu mungkin juga suka ini!