NEWS TNG– Matcha lagi jadi primadona di mana-mana, dari kafe hits sampai dapur rumah. Minuman hijau asal Jepang ini digandrungi banyak orang berkat rasanya yang unik, umami, dan segudang manfaat kesehatan yang ditawarkannya. Mulai dari meningkatkan energi, fokus, hingga kaya antioksidan, matcha memang punya daya tarik tersendiri.
Tapi, jangan asal seruput! Banyak yang belum tahu kalau cara mengonsumsi matcha itu penting banget untuk memaksimalkan khasiatnya. Seringkali, kita tergoda menambahkan gula atau sirup biar manis, padahal tradisi asli Jepang justru menikmati matcha tanpa pemanis sama sekali. Cara ini bukan cuma menjaga cita rasa otentik matcha, tapi juga memastikan semua manfaat sehatnya terserap sempurna oleh tubuh. Kalau kamu mau pengalaman minum matcha yang naik level, simak 5 tips rahasia ini biar khasiatnya nampol dan rasanya bikin auto ketagihan!
Bukan Sembarang Matcha: Pilih yang "Ceremonial Grade"
Kualitas matcha itu nomor satu, apalagi kalau kamu berniat menikmatinya murni tanpa campuran yang terlalu banyak. Untuk pengalaman terbaik, cari yang namanya ‘ceremonial grade’ – meskipun istilah ini lebih banyak dipakai di luar Jepang, intinya adalah memilih matcha paling murni tanpa bahan tambahan apa pun. Matcha jenis ini biasanya berasal dari daun teh yang ditanam di tempat teduh (shade-grown), dipetik dengan tangan, dan diproses dengan sangat hati-hati.
Ciri-cirinya gampang dikenali: warnanya hijau cerah seperti zamrud, teksturnya super halus seperti bedak bayi, dan saat diseduh, rasanya lembut, creamy, dengan sentuhan umami yang kuat tanpa pahit yang berlebihan. Hindari matcha yang warnanya kusam, kekuningan, atau terlalu gelap, karena itu biasanya tanda kualitasnya rendah atau sudah tercampur bahan lain. Memilih matcha berkualitas tinggi adalah langkah awal yang krusial untuk memastikan kamu mendapatkan semua manfaat dan rasa terbaik dari minuman ini.
Jangan Kalap! Takaran Pas Itu Kunci
Matcha memang kaya antioksidan dan manfaat kesehatan, tapi bukan berarti bisa dikonsumsi berlebihan, ya. Ingat, matcha juga mengandung kafein, meskipun kadarnya lebih rendah dan pelepasannya lebih stabil dibanding kopi. Tubuh orang dewasa disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 400 miligram kafein per hari dari semua sumber.
Menggunakan bubuk matcha terlalu banyak bukan cuma bikin rasanya jadi kurang enak karena terlalu pekat atau pahit, tapi juga bisa menyebabkan efek samping seperti sakit perut atau gelisah. Kalau kamu bikin sendiri di rumah, takaran idealnya adalah 1-2 gram bubuk matcha (sekitar setengah sampai satu sendok teh) yang dicampur dengan 60-100 ml air hangat bersuhu sekitar 70-80 derajat Celcius. Suhu air yang terlalu panas bisa merusak nutrisi dan membuat matcha terasa lebih pahit. Takaran ini pas banget buat menghasilkan rasa yang seimbang, tekstur yang creamy, dan memastikan kamu mendapatkan khasiat optimal tanpa efek samping yang tidak diinginkan.
Slow Living Bareng Matcha: Nikmati Setiap Seruputnya
Ini bukan cuma soal minum, tapi juga soal merasakan pengalaman. Jangan buru-buru langsung diteguk habis! Minumlah matcha perlahan, nikmati setiap seruputnya. Fokus pada aroma khasnya yang earthy, rasa umami yang kompleks, dan tekstur lembut yang melapisi lidah. Proses ini bukan cuma meningkatkan kenikmatan, tapi juga memberi waktu buat tubuh menyerap semua nutrisi penting dari matcha.
Tubuh butuh waktu untuk mencerna dan mengambil manfaat dari makanan atau minuman yang kita konsumsi. Menyeruput matcha pelan-pelan juga bisa jadi momen ‘me time’ yang menenangkan dan meditasi singkat di tengah kesibukan. Banyak orang minum matcha saat istirahat siang atau sore hari untuk relaksasi dan menenangkan pikiran. Sensasi menenangkan ini datang dari kombinasi L-Theanine dan kafein yang ada di matcha, menciptakan efek ‘calm alertness’.
Timing Is Everything: Kapan Waktu Terbaik Minum Matcha?
Sama seperti kopi, matcha juga bisa jadi ‘booster’ energi kamu. Bedanya, kafein dari matcha dilepaskan secara perlahan dan stabil berkat asam amino L-Theanine. Ini berarti kamu akan mendapatkan dorongan energi yang lebih merata dan tahan lama, tanpa efek ‘jittery’ atau ‘crash’ yang sering dirasakan setelah minum kopi. Minum matcha tanpa pemanis disarankan pada pagi atau siang hari.
Pada pagi hari, matcha bisa membantu memulai hari dengan fokus dan energi yang stabil. Sementara di siang hari, ia bisa jadi solusi ampuh untuk mengatasi rasa kantuk setelah makan siang dan meningkatkan produktivitas. Hindari minum matcha di malam hari, ya. Meskipun efek kafeinnya lebih lembut, kandungan kafeinnya tetap bisa mengganggu kualitas tidur kamu, apalagi jika kamu sensitif terhadap kafein. Jadi, pastikan kamu menikmati matcha di waktu yang tepat agar manfaatnya maksimal dan tidurmu tetap nyenyak.
Bye-Bye Gula! Ini Cara Bikin Matcha Tetap Manis (Tapi Sehat)
Matcha murni itu punya rasa umami yang khas dengan sedikit sentuhan pahit alami yang justru jadi daya tariknya. Jujur aja, cara terbaik menikmatinya memang tanpa gula sama sekali. Rasa pahit alaminya ini seringkali belum bisa diterima sepenuhnya oleh lidah banyak orang, sehingga mereka bergantung pada pemanis tambahan. Tapi, penambahan gula berlebihan bisa menutupi manfaat kesehatan matcha dan justru menambah kalori yang tidak perlu.
Kalau kamu masih butuh sedikit rasa manis, jangan khawatir! Ada banyak alternatif sehat yang bisa kamu coba. Pilih pemanis alami seperti madu murni, gula aren, atau stevia. Kamu juga bisa mencampurkan matcha dengan susu nabati seperti oat milk, almond milk, atau soy milk yang sudah punya rasa manis alami atau sedikit. Pilihan ini jauh lebih baik daripada gula pasir, krimer, atau sirup tinggi fruktosa yang justru bisa merusak khasiat baik dari matcha itu sendiri dan menambah beban gula pada tubuh. Jadi, tetap bisa manis tapi tetap sehat!
Jadi, minum matcha itu nggak cuma sekadar bikin minuman hijau yang cantik, tapi juga tentang memaksimalkan setiap tetes khasiatnya. Dengan memilih kualitas terbaik, takaran yang pas, menikmati perlahan, di waktu yang tepat, dan tanpa pemanis berlebihan, kamu bisa merasakan semua manfaat matcha secara optimal. Mulai dari energi stabil, fokus yang meningkat, hingga asupan antioksidan tinggi. Siap bikin matcha kamu jadi minuman andalan yang sehat, bikin nagih, dan tentunya, nampol banget? Yuk, coba tips ini sekarang juga dan rasakan bedanya!
Disunting oleh: S. Reja
Terakhir disunting: September 26, 2025













