NEWS TNG– Pernah mengalami dokumen PDF bisa dibuka normal, tapi saat proses pembubuhan e-Meterai malah gagal terus? Tenang—kasus seperti ini cukup sering terjadi, dan biasanya bukan karena sistem error, melainkan karena struktur internal file PDF yang tidak terbaca dengan baik oleh mesin pembubuhan.
e-Meterai (meterai digital) adalah meterai elektronik resmi untuk memberi kekuatan hukum pada dokumen digital. Di platform Meterai Digital (meterai.digital), proses pembubuhan dibuat cepat dan sederhana. Namun, dalam kondisi tertentu, file PDF bisa “terlihat aman” tapi tetap invalid saat diproses, sehingga pembubuhan tidak dapat dilanjutkan.
Agar prosesnya lancar, berikut penyebab umum dan langkah perbaikannya.
Kenapa Dokumen PDF Gagal Dibubuhi e-Meterai?
Penyebab yang paling sering: format dan struktur PDF tidak kompatibel, meskipun tampilannya baik-baik saja.
Hal ini bisa terjadi karena:
- PDF punya banyak versi dan standar teknis, tidak semuanya “bersih” di bagian dalamnya.
- Setiap aplikasi pembuat PDF menghasilkan struktur file yang berbeda-beda.
- PDF hasil converter tertentu atau scan dari mesin scanner sering menyimpan layer/objek dengan cara yang sulit diproses sistem.
- Akibatnya, PDF bisa dibuka lancar di laptop/HP, tetapi sistem pembubuhan Meterai Elektronik gagal membaca struktur file, sehingga proses berhenti.
Solusi Paling Aman: Ekspor Ulang dengan “Microsoft Print to PDF”
Jika PDF Anda gagal dibubuhi e-Meterai, cara paling efektif yang direkomendasikan meterai.digital adalah membangun ulang file PDF lewat fitur Microsoft Print to PDF.
Langkah-langkah ekspor ulang PDF:
- Buka file PDF dengan aplikasi pembaca PDF apa pun.
- Tekan Ctrl + P untuk membuka menu Print/Cetak.
- Pada pilihan printer, pilih Microsoft Print to PDF.
- Simpan ulang hasil “cetak” tersebut sebagai file PDF baru.
- Upload ulang file ke Meterai Digital, lalu lanjutkan pembubuhan e-Meterai.
Metode ini membantu “merapikan” struktur internal PDF agar lebih sesuai dengan standar yang bisa diproses sistem e-Meterai.
Checklist Penting Sebelum Membubuhkan e-Meterai (Wajib Tahu)
Selain soal struktur PDF, ada beberapa aturan dan kebiasaan teknis yang sebaiknya Anda ikuti supaya proses pembubuhan tidak gagal atau dokumen tidak menjadi tidak sah.
1) Pastikan dokumen sudah versi final
Dokumen yang sudah ditempeli e-Meterai tidak boleh diubah. Perubahan sekecil apa pun setelah pembubuhan bisa membuat dokumen tidak valid/keabsahannya batal.
2) Jika ada tanda tangan basah, lakukan dulu sebelum e-Meterai
Kalau dokumen perlu tanda tangan manual (basah), pastikan itu sudah selesai sebelum e-Meterai ditempel.
3) Tanda tangan setelah e-Meterai: gunakan TTE
Jika penandatanganan dilakukan setelah e-Meterai terpasang, sebaiknya memakai Tanda Tangan Elektronik (TTE) dari penyedia yang berinduk ke Komdigi.
4) Perhatikan versi PDF (kalau sudah ada meterai/TTD elektronik sebelumnya)
- Jika dokumen sudah berisi e-Meterai atau tanda tangan elektronik sebelumnya, gunakan PDF versi 1.6 atau lebih tinggi.
- Jika dokumen belum ada e-Meterai maupun TTD elektronik, umumnya versi PDF apa pun bisa dipakai.
5) Jangan sampai e-Meterai tertutup objek lain
Area e-Meterai harus bersih dari overlay seperti stempel, tanda tangan, atau gambar lain—supaya QR Code bisa diverifikasi dengan baik.
Penutup
Intinya, jika PDF Anda terlihat normal tapi tetap gagal dibubuhi e-Meterai, kemungkinan besar masalahnya ada pada struktur file PDF. Solusi cepatnya: ekspor ulang dengan Microsoft Print to PDF, lalu unggah kembali ke Meterai Digital.
Kalau masih ada kendala, Anda bisa menghubungi tim dukungan melalui helpdesk@meterai.digital untuk bantuan lebih lanjut.
Gunakan meterai.digital sebagai solusi pembubuhan e-Meterai yang aman, resmi, dan praktis untuk kebutuhan dokumen digital Anda.
Disunting oleh: S. Reja
Terakhir disunting: Januari 25, 2026














