NEWS TNG– Kota Tangerang sedang bersiap menyongsong era baru transportasi dan ekonomi yang lebih dinamis. Konsep Transit Oriented Development (TOD) kembali jadi topik hangat, kali ini dengan fokus utama pada kawasan Stasiun Batu Ceper. Rencana ambisius ini dibahas dalam rapat dengar pendapat antara Komisi I DPRD dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), menandai langkah serius menuju perubahan signifikan yang akan mengubah wajah kota.
TOD: Konsep Keren yang Bikin Kota Makin Hidup
Mungkin sebagian dari kamu belum familiar dengan istilah TOD. Singkatnya, TOD atau Transit Oriented Development adalah strategi pengembangan kota yang mengintegrasikan berbagai fungsi penting seperti hunian, bisnis, dan rekreasi, semuanya terpusat di sekitar simpul transportasi umum utama. Bayangkan, kamu bisa tinggal, kerja, belanja, dan hangout tanpa perlu repot pakai kendaraan pribadi, karena semuanya dekat dengan stasiun atau terminal. Ini adalah cara cerdas untuk membuat hidup di kota lebih mudah dan efisien.
Konsep ini bukan cuma soal efisiensi perjalanan, tapi juga tentang menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih ramah pejalan kaki dan pesepeda, mengurangi polusi udara, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan TOD, kota jadi lebih padat tapi teratur, mendorong interaksi sosial, dan yang paling penting, lebih berkelanjutan. Ini adalah jawaban modern untuk tantangan urbanisasi yang terus meningkat, menawarkan solusi komprehensif untuk mobilitas dan gaya hidup urban.
Mengapa Batu Ceper Jadi Prioritas Utama?
Pemilihan Stasiun Batu Ceper sebagai prioritas pengembangan TOD bukan tanpa alasan kuat. Lokasinya yang sangat strategis, berada di persimpangan penting dan dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, menjadikannya titik krusial. Batu Ceper juga berfungsi sebagai gerbang utama menuju Jakarta, membuatnya menjadi simpul yang tak terhindarkan bagi mobilitas warga dan aktivitas ekonomi. Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Christian Lois, ST., dengan tegas menyoroti potensi besar kawasan ini.
Lois menekankan bahwa integrasi antara stasiun kereta api dan terminal bus di Batu Ceper adalah kunci untuk mengurai kemacetan parah yang sering terjadi di area tersebut. Selain itu, integrasi ini juga akan secara drastis meningkatkan aksesibilitas bagi seluruh pengguna jalan, baik yang ingin bepergian jauh antar kota maupun hanya di sekitar wilayah Tangerang. Ini adalah langkah fundamental untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, terhubung, dan tentunya, lebih nyaman bagi semua.
Solusi Cerdas untuk Mobilitas Warga: Bye-bye Macet!
Salah satu usulan konkret dan paling dinantikan yang disampaikan Christian Lois adalah pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang modern dan memadai. JPO ini akan menjadi fasilitas penunjang vital yang mempermudah mobilitas pejalan kaki, sekaligus meningkatkan keamanan mereka saat melintasi area padat kendaraan. Bayangkan, tidak perlu lagi khawatir menyeberang jalan yang ramai dan berbahaya; semua jadi lebih nyaman, aman, dan cepat.
"Kami memberikan saran terkait integrasi stasiun dan terminal, agar arus lalu lintas lebih lancar. Pengguna jalan juga bisa terfasilitasi dengan JPO," jelas Lois. Usulan cerdas ini, menurutnya, mendapat sambutan positif dari Bappeda, menunjukkan adanya keselarasan visi antara legislatif dan eksekutif dalam membangun Kota Tangerang yang lebih baik. Ini adalah bukti komitmen untuk menyediakan infrastruktur yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Lebih dari Sekadar Transportasi: Potensi Cuan Gede!
Visi pengembangan TOD Batu Ceper tidak berhenti pada urusan transportasi semata. Lois juga melihat potensi ekonomi yang sangat besar dari proyek ini, yang bisa membawa keuntungan signifikan bagi Kota Tangerang. Rencananya mencakup optimalisasi terminal yang bisa berfungsi sebagai area parkir modern dan terintegrasi, pengembangan hotel-hotel baru, hingga fasilitas transportasi umum yang terintegrasi penuh. Ini adalah resep jitu untuk mengubah Batu Ceper dari sekadar titik transit menjadi pusat bisnis baru yang dinamis dan berdenyut kencang di Kota Tangerang.
Selama ini, banyak penumpang pesawat yang turun di Bandara Soekarno-Hatta cenderung langsung menuju Jakarta tanpa menginap di Kota Tangerang. Akibatnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang tidak bertambah secara signifikan dari sektor pariwisata dan akomodasi ini. "Jika TOD Batu Ceper bisa menghadirkan hotel dan pusat ekonomi, tentu akan ada kontribusi langsung bagi PAD," papar Lois. Ini adalah peluang emas untuk menarik wisatawan dan pebisnis agar lebih lama singgah, berbelanja, dan berinvestasi di Kota Tangerang.
Mengubah Transit Jadi Transaksi: Ekonomi Berputar Kencang
Dengan adanya hotel-hotel baru, pusat perbelanjaan modern, area perkantoran, dan fasilitas pendukung lainnya di kawasan TOD Batu Ceper, akan tercipta ekosistem ekonomi yang kuat dan mandiri. Bukan hanya PAD yang meningkat, tapi juga akan terbuka banyak lapangan kerja baru bagi warga Kota Tangerang, mulai dari sektor perhotelan, retail, jasa, kuliner, hingga transportasi itu sendiri. Ini akan memberikan dampak positif yang berlipat ganda bagi kesejahteraan masyarakat.
Kawasan ini diharapkan bisa menjadi magnet bagi investor dan pengembang, menciptakan efek domino positif bagi seluruh perekonomian kota. Dari sekadar "tempat lewat," Batu Ceper akan bertransformasi menjadi "tempat singgah" yang menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari akomodasi, bisnis, hingga hiburan. Peningkatan nilai properti di sekitar area TOD juga menjadi potensi cuan lain yang tak kalah menarik bagi pemilik lahan dan investor.
Dukungan Penuh dari Legislatif dan Eksekutif
Rapat dengar pendapat tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang, menunjukkan keseriusan dan komitmen mereka terhadap proyek ini. Para legislator sepakat bahwa pembangunan infrastruktur berbasis TOD harus menjadi prioritas bersama dengan pemerintah pusat. Ini mengingat perannya yang sangat strategis dalam mendukung mobilitas warga, mengurangi beban lalu lintas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Dukungan penuh dari DPRD, ditambah dengan kesiapan Pemerintah Kota Tangerang melalui Bappeda, menjadi modal utama untuk mewujudkan impian ini. Sinergi antara berbagai pihak ini sangat krusial untuk memastikan proyek berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat. Kolaborasi yang solid ini adalah kunci keberhasilan setiap mega proyek pembangunan.
Tangerang: Gerbang Utama yang Makin Kuat dan Modern
Dengan terwujudnya TOD Batu Ceper, Kota Tangerang akan semakin memperkuat posisinya sebagai gerbang utama menuju ibu kota dan bandara internasional. Kawasan ini tidak hanya akan menjadi simpul baru transportasi yang efisien dan modern, tetapi juga kawasan ekonomi yang berdenyut kencang, siap menarik investasi dan menciptakan peluang. Ini adalah langkah maju yang akan membawa Tangerang ke level berikutnya sebagai kota metropolitan yang modern, berdaya saing, dan nyaman dihuni.
Masa depan Kota Tangerang terlihat sangat cerah dengan rencana pengembangan TOD Batu Ceper ini. Ini bukan hanya tentang membangun infrastruktur fisik, tetapi juga tentang membangun harapan, menciptakan peluang baru, dan meningkatkan kualitas hidup bagi seluruh warganya. Proyek ini adalah manifestasi dari visi jangka panjang untuk menjadikan Tangerang kota yang lebih baik, lebih terhubung, dan lebih sejahtera. Bersiaplah, Tangerang, untuk menyambut era baru yang lebih dinamis dan penuh potensi!
Disunting oleh: S. Reja
Terakhir disunting: September 23, 2025














