NEWS TNG– Sobat News Tangerang, bayangkan sebuah terowongan bawah tanah raksasa, panjangnya lebih dari 600 meter, dan tingginya cukup untuk dilewati orang dewasa. Penemuan ini bukan cuma satu, tapi ribuan! Yang lebih bikin geger, terowongan-terowongan kuno ini ditemukan di Amerika Selatan, tepatnya di Brasil dan Argentina, dan diyakini bukan hasil karya manusia modern maupun proses geologi alami.
Misteri ini telah membuat para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia penasaran. Siapa atau apa sebenarnya yang bertanggung jawab atas pembangunan struktur bawah tanah yang begitu masif dan rumit ini? Bersiaplah, karena jawabannya mungkin akan membuatmu terkejut dan membuka jendela ke masa lalu bumi yang luar biasa.
Misteri Bawah Tanah yang Menggemparkan Dunia
Penemuan terowongan-terowongan raksasa ini memang bukan cerita baru, namun detailnya baru-baru ini kembali mencuat dan menarik perhatian global. Awalnya, seorang profesor geologi bernama Heinrich Frank adalah orang pertama yang secara serius menyelidiki fenomena unik ini di wilayah Rio Grande do Sul, Brasil selatan.
Ia menemukan bahwa terowongan-terowongan ini memiliki karakteristik yang sangat spesifik, jauh berbeda dari gua alami atau tambang buatan manusia. Ukurannya yang kolosal dan polanya yang konsisten langsung memicu pertanyaan besar: jika bukan manusia dan bukan alam, lalu siapa dalangnya?
Bukan Sekadar Gua Biasa: Skala Penemuan yang Bikin Melongo
Sobat News Tangerang, jangan bayangkan ini seperti lubang kecil di tanah yang bisa kamu temukan di mana saja. Kita bicara tentang jaringan terowongan yang luas, dengan beberapa di antaranya membentang hingga lebih dari 600 meter panjangnya dan mencapai ketinggian 1,8 meter. Cukup lega untuk kita berjalan tegak di dalamnya, lho!
Bayangkan, lebih dari 1.500 terowongan semacam ini telah teridentifikasi di wilayah Rio Grande do Sul saja. Angka ini terus bertambah seiring penelitian yang berlanjut, menunjukkan bahwa fenomena ini jauh lebih masif dari yang kita kira sebelumnya. Ini bukan sekadar anomali, tapi sebuah jaringan bawah tanah yang kompleks dan terorganisir.
Mengapa Bukan Manusia atau Proses Alam?
Profesor Frank dengan tegas menjelaskan mengapa terowongan ini mustahil dibentuk oleh proses geologi biasa. "Tidak ada proses geologi di dunia yang menghasilkan terowongan panjang dengan penampang melingkar atau elips, yang bercabang, naik turun, dan memiliki bekas cakaran di dindingnya," ujarnya kepada Discover.
Pernyataan ini didukung oleh bukti fisik yang tak terbantahkan. Dinding-dinding terowongan ini dipenuhi dengan goresan-goresan cakar raksasa yang jelas dan berulang, seringkali dengan tata letak paralel. Ini adalah ciri khas yang tidak akan pernah ditemukan pada gua alami yang terbentuk oleh erosi air, aktivitas vulkanik, atau pergeseran lempeng bumi.
Selain itu, geometri terowongan yang konsisten, dengan pola bercabang dan perubahan elevasi yang terencana, semakin mengesampingkan kemungkinan pembentukan alami. Manusia purba pun, dengan alat seadanya, akan sangat kesulitan untuk membuat struktur sebesar dan serumit ini, apalagi dalam jumlah ribuan.
Sang Arsitek Misterius: Si Kungkang Tanah Raksasa
Jadi, jika bukan manusia dan bukan alam, lalu siapa yang membangunnya? Teori utama yang kini diterima secara luas, dan diterbitkan dalam studi tahun 2018 di Science Advances, menunjuk pada satu kandidat yang sangat menarik: kungkang tanah raksasa yang telah punah!
Ya, Sobat News Tangerang, kamu tidak salah dengar. Makhluk purba berukuran raksasa yang dulunya berkeliaran di benua Amerika Selatan ini diyakini sebagai ‘arsitek’ di balik terowongan-terowongan misterius ini. Kungkang tanah raksasa, atau megatherium, adalah herbivora besar yang bisa mencapai ukuran gajah modern, bahkan lebih besar dari beruang grizzly!
Bayangkan saja cakar-cakar super kuat dan tajam, bak sekop alami yang dirancang khusus untuk menggali tanah dan bebatuan. Cakar inilah yang menjadi ‘alat’ utama mereka dalam menciptakan terowongan-terowongan megah ini. Para ilmuwan percaya bahwa mereka menggali terowongan ini sebagai tempat berlindung dari predator, cuaca ekstrem, atau bahkan sebagai sarang untuk membesarkan anak-anak mereka.
Hidup di Era Megafauna: Mengapa Mereka Menggali?
Di era Pleistosen, sekitar 2,5 juta hingga 10.000 tahun yang lalu, Amerika Selatan adalah rumah bagi berbagai megafauna, termasuk kungkang tanah raksasa ini. Lingkungan saat itu sangat berbeda, dengan iklim yang berfluktuasi dan keberadaan predator besar seperti Smilodon (harimau bertaring pedang) yang siap menerkam.
Kebutuhan untuk mencari perlindungan adalah hal yang krusial bagi kelangsungan hidup. Dengan ukuran tubuh mereka yang besar, menggali liang raksasa adalah strategi yang sangat efektif. Terowongan ini, yang kini disebut ‘paleoburrows’ atau ‘paleo-liang’, menjadi bukti nyata adaptasi luar biasa dari makhluk purba ini.
Goresan cakar yang ditemukan di dinding terowongan menjadi ‘sidik jari’ tak terbantahkan dari para penggali raksasa ini. Pola paralel goresan menunjukkan gerakan sistematis saat mereka mengeruk tanah dan batu, menciptakan ruang hidup yang aman dan stabil di bawah tanah. Ini adalah bukti nyata kerja keras dan kecerdasan adaptif mereka.
Jendela ke Masa Lalu: Pentingnya ‘Paleoburrows’ Ini
Penemuan paleoburrows ini bukan hanya sekadar cerita menarik tentang makhluk purba yang pandai menggali. Ini adalah jendela penting yang membuka pemahaman kita tentang ekologi dan perilaku hewan-hewan megafauna yang telah punah.
Melalui terowongan ini, kita bisa mempelajari lebih banyak tentang bagaimana mereka hidup, berinteraksi dengan lingkungan, dan bahkan mungkin memahami faktor-faktor yang menyebabkan kepunahan mereka. Ini memberikan data konkret yang melengkapi catatan fosil yang seringkali terbatas dan terfragmentasi.
Selain itu, keberadaan ribuan terowongan ini juga menunjukkan bahwa perilaku menggali adalah hal yang sangat umum di antara kungkang tanah raksasa, bukan hanya kebiasaan individu. Ini mengindikasikan bahwa mereka adalah ‘insinyur ekosistem’ yang signifikan di masa lalu, membentuk lanskap bawah tanah yang luas dan kompleks.
Apa Selanjutnya? Mengungkap Lebih Banyak Rahasia Bumi
Penelitian tentang paleoburrows ini masih terus berlanjut. Para ilmuwan berharap dapat menemukan lebih banyak terowongan, menganalisis material di dalamnya, dan mungkin menemukan sisa-sisa fosil yang lebih lengkap dari kungkang tanah raksasa itu sendiri, seperti tulang atau bahkan bulu yang terawetkan.
Setiap penemuan baru membawa kita selangkah lebih dekat untuk memahami kehidupan di Bumi jutaan tahun yang lalu. Ini adalah pengingat bahwa di bawah kaki kita, ada sejarah panjang dan menakjubkan yang menunggu untuk diungkap. Siapa sangka, di balik tanah yang kita pijak, tersimpan jejak ‘monster’ purba yang begitu cerdas dan gigih?
Jadi, Sobat News Tangerang, kisah terowongan raksasa di Brasil ini membuktikan bahwa bumi kita menyimpan banyak sekali rahasia yang masih menunggu untuk dipecahkan. Dari penemuan ini, kita belajar bahwa alam selalu punya cara untuk mengejutkan kita dengan keajaiban dan misteri yang tak terduga. Tetaplah penasaran dan terus ikuti berita-berita menarik lainnya!
Disunting oleh: S. Reja
Terakhir disunting: September 17, 2025














