NEWS TNG– Sobat News Tangerang, bersiaplah untuk sebuah kisah yang akan membuat imajinasimu melayang jauh ke angkasa! Bayangkan, sebuah objek asing kini tengah melesat menembus tata surya kita, melaju dengan kecepatan yang bikin geleng-geleng kepala. Namanya 3I/ATLAS, dan ia adalah musafir misterius dari jurang antarbintang, pengunjung ketiga dari dunia lain yang pernah terdeteksi oleh umat manusia.
Ditemukan pada 1 Juli 2025, benda angkasa ini langsung mencuri perhatian para ilmuwan. Kecepatannya sungguh dahsyat, mencapai 209.000 kilometer per jam! Itu lebih dari cukup untuk membuatnya bebas dari tarikan gravitasi Matahari kita, menandakan bahwa ia bukan berasal dari sistem tata surya kita, melainkan dari kedalaman galaksi yang jauh.
Kehadiran 3I/ATLAS ini langsung menyulut perdebatan sengit yang membelah komunitas ilmiah dunia. Di satu sisi, NASA dan mayoritas astronom meyakini ia hanyalah sebuah komet es raksasa yang tidak berbahaya. Namun di sisi lain, ada suara lantang dari seorang profesor fisika terkemuka dari Universitas Harvard, Avi Loeb, yang menyuarakan sebuah kemungkinan yang jauh lebih fantastis dan bahkan sedikit mengerikan.
Argumen Sang Profesor Harvard: Induk Pesawat Alien?
Profesor Avi Loeb, kepala Proyek Galileo di Harvard, bukanlah nama asing dalam dunia astronomi. Ia dikenal dengan pandangan-pandangannya yang berani dan seringkali kontroversial, terutama terkait objek antarbintang. Baginya, terlalu banyak "kebetulan" aneh pada 3I/ATLAS yang tidak bisa diabaikan begitu saja, dan ini memicu hipotesisnya yang paling mengejutkan: 3I/ATLAS bisa jadi adalah sebuah "induk pesawat alien" yang sedang menuju ke arah kita.
Loeb berargumen bahwa objek ini menunjukkan karakteristik yang tidak biasa untuk sebuah komet. Misalnya, ia mungkin tidak menunjukkan ekor komet (koma) yang jelas, atau pola pantulan cahayanya terlihat aneh. Ia juga mempertanyakan apakah ada dorongan non-gravitasi yang tidak bisa dijelaskan oleh pelepasan gas komet biasa, sebuah fenomena yang pernah ia soroti pada objek antarbintang sebelumnya, Oumuamua.
Menurut Loeb, jika 3I/ATLAS memang menunjukkan perilaku aneh seperti itu, maka kita harus terbuka pada kemungkinan bahwa itu adalah teknologi buatan, bukan fenomena alam. Ia percaya bahwa para ilmuwan terlalu cepat menolak ide adanya kehidupan cerdas di luar Bumi, dan cenderung mencari penjelasan alami yang paling sederhana, bahkan jika itu tidak sepenuhnya cocok dengan data yang ada.
NASA dan Komet Antarbintang
Di sisi lain, mayoritas astronom, termasuk dari NASA, tetap berpegang pada penjelasan yang lebih konvensional. Mereka berpendapat bahwa 3I/ATLAS kemungkinan besar adalah komet antarbintang, mirip dengan 2I/Borisov yang ditemukan pada tahun 2019. Komet-komet ini terbentuk di sistem bintang lain, kemudian terlempar keluar dari sistemnya dan mengembara di ruang antarbintang selama jutaan tahun sebelum akhirnya melintasi tata surya kita.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa komet antarbintang bisa memiliki komposisi yang berbeda dari komet tata surya kita. Mereka mungkin mengandung es dan material lain yang tidak biasa, yang bisa menjelaskan perilaku atau penampakan yang sedikit berbeda. Misalnya, komet ini bisa jadi "komet gelap" yang sulit diamati atau memiliki aktivitas yang sangat minim sehingga ekornya tidak terlihat jelas.
Mereka juga menekankan bahwa meskipun kecepatannya luar biasa, itu adalah hal yang wajar untuk objek yang datang dari luar tata surya. Kecepatan ini menunjukkan bahwa ia tidak terikat secara gravitasi pada Matahari kita, dan akan terus melaju pergi setelah melintas.
Bukan Kali Pertama: Para Tamu Antarbintang Sebelumnya
Sobat News Tangerang perlu tahu, 3I/ATLAS ini bukan "tamu" antarbintang pertama yang kita deteksi. Sebelumnya, ada dua objek lain yang membuat heboh dunia astronomi. Yang pertama adalah 1I/’Oumuamua, yang ditemukan pada tahun 2017. Bentuknya yang lonjong dan gerakannya yang aneh sempat memicu spekulasi liar, termasuk dari Profesor Avi Loeb sendiri, bahwa itu mungkin adalah teknologi alien.
Kemudian pada tahun 2019, kita dikejutkan lagi dengan 2I/Borisov, yang dengan jelas menunjukkan karakteristik komet, lengkap dengan ekor gasnya. Ini sedikit meredakan spekulasi alien pada saat itu, karena Borisov sangat mirip dengan komet yang kita kenal, hanya saja ia berasal dari bintang lain. Kini, 3I/ATLAS hadir sebagai pengunjung ketiga, kembali memanaskan perdebatan tentang apa sebenarnya objek-objek misterius ini.
Apa Selanjutnya? Misteri yang Terus Berlanjut
Meskipun perdebatan ini seru, Sobat News Tangerang, yang jelas adalah para ilmuwan di seluruh dunia akan terus mengamati 3I/ATLAS dengan seksama. Teleskop-teleskop canggih di Bumi dan di luar angkasa akan diarahkan padanya, mencoba mengumpulkan lebih banyak data tentang komposisi, bentuk, dan perilakunya. Setiap detail kecil bisa menjadi petunjuk penting untuk mengungkap identitas aslinya.
Apakah 3I/ATLAS akan terbukti sebagai komet antarbintang biasa yang membawa es dan debu dari sistem bintang lain? Atau mungkinkah Profesor Loeb benar, dan kita sedang menyaksikan sesuatu yang jauh lebih luar biasa, sebuah bukti nyata keberadaan peradaban lain di alam semesta? Hanya waktu dan pengamatan lebih lanjut yang akan menjawabnya. Yang pasti, kisah 3I/ATLAS ini mengingatkan kita betapa luas dan penuh misteri alam semesta ini, dan betapa kecilnya kita di dalamnya.
Disunting oleh: S. Reja
Terakhir disunting: September 16, 2025














