NEWS TNG– Area penyimpanan seperti cold storage menghadapi tantangan mulai dari suhu ekstrem hingga aktivitas operasional yang tinggi. Kondisi ini tentunya menuntut penggunaan material lantai yang tepat. Pemilihan coating lantai menjadi penting untuk memastikan lantai tetap aman dan tahan lama.
Lantai untuk kebutuhan ruang cold storage harus mampu menahan perubahan suhu yang drastis tanpa mudah retak. Lebih dari itu, lantai juga perlu memiliki daya tahan terhadap beban berat dan bahan kimia.
Salah satu jenis lantai yang sesuai dengan kebutuhan tersebut yaitu lantai polyurethane (PU). Material ini terkenal dengan tingkat fleksibilitas tinggi serta memiliki ketahan baik terhadap suhu rendah.
Tantangan Umum pada Lantai Cold Storage
Sebagai area penyimpanan, ruang cold storage memiliki kegiatan operasional sehari-hari yang jauh lebih menantang dibandingkan dengan ruang biasa. Dengan ciri-ciri memiliki suhu rendah yang ekstrem dan kelembapan tinggi, pemilihan lantai harus memperhatikan daya tahannya.
Apabila coating lantai yang digunakan tidak sesuai, risiko lantai mengalami kerusakan dan menganggu keselamatan kerja bisa meningkat. Oleh karena itu, simak pembahasan berikut untuk memahami berbagai tantangan umum yang sering terjadi pada ruangan cold storage.
- Retak Akibat Perubahan Suhu
Ruangan yang terlalu dingin atau sering mengalami perubahan suhu sangat rentan untuk mengalami pemuaian dan penyusutan. Jika tidak menggunakan material yang fleksibel, layaknya lantai PU, maka kondisi tersebut dapat menyebabkan munculnya retakan yang bisa mengganggu kegiatan operasional.
- Permukaan Licin
Permukaan licin pada ruang cold storage disebabkan karena kondensasi akibat perubahan suhu.
Apabila tidak menggunakan lantai yang tepat dengan permukaan anti selip, maka risiko terpeleset di area yang memiliki lalu lintas tinggi bisa meningkat. Hal ini tentunya sangat berbahaya terutama untuk ruang yang dipenuhi oleh alat berat.
- Mudah Rapuh Akibat Bahan Kimia
Untuk kebutuhan proses pembersihan, umumnya diperlukan penggunaan produk yang sedikit banyak mengandung bahan kimia. Namun, tidak jarang produk-produk tersebut merusak lantai hingga membuatnya rapuh jika tidak memiliki ketahanan kimia yang memadai.
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Memilih Pelapis Lantai untuk Cold Storage
Dari pembahasan sebelumnya, diketahui bahwa lantai cold storage memiliki beragam tantangan sehingga membuat pemilihan lantainya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Diperlukan lantai dengan karakteristik khusus yang dapat tahan dengan segala tantangan di ruangan penyimpanan tersebut.
Menggunakan coating lantai yang tepat tidak hanya dapat menjaga daya tahan permukaan tetapi juga mendukung keselamatan para pekerja, memudahkan pembersihan, dan melancarkan kegiatan operasional.
Berikut ini akan beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan sebelum memilih pelapis lantai untuk area cold storage.
- Tahan terhadap Perubahan Suhu
Hal pertama yaitu pastikan lantai tahan terhadap berbagai kondisi suhu. Tidak hanya memiliki ketahanan terhadap suhu rendah, namun kemampuan untuk tetap tahan terhadap suhu tinggi juga diperlukan karena biasanya ruangan penyimpanan ini dibersihkan menggunakan air panas.

- Tahan terhadap Bahan Kimia
Karakteristik berikutnya yang perlu dimiliki oleh pelapis lantai yang akan digunakan di ruang cold storage yaitu ketahanan terhadap bahan kimia.
Pasalnya ruangan ini akan bertemu dengan berbagai bahan kimia dari produk-produk yang disimpan, seperti minyak, larutan garam, dan sebagainya. Ditambah lagi dengan pembersihan rutin yang menggunakan cairan khusus.
Agar lantai bisa lebih tahan lama, maka menggunakan pelapis lantai yang memiliki ketahanan baik terhadap bahan kimia, seperti lantai PU sangat diperlukan. Salah satu produk yang memiliki karakteristik ini dan direkomendasikan untuk kebutuhan cold storage, yaitu Sika® Ucrete® UD 200.
Produk ini menawarkan fitur-fitur keunggulan lain seperti ketahanan mekanik, kedap cairan, tidak mendukung pertumbuhan bakteri, dan memiliki emisi VOC yang rendah. Karakteristik ini sangat sesuai dengan kebutuhan ruang penyimpanan bersuhu rendah.
- Mudah Dibersihkan
Permukaan lantai yang mudah dibersihkan merupakan hal yang harus dimiliki oleh lantai di ruang cold storage. Dengan lantai yang bersih, maka standar higienitas terpenuhi.
Lantai polyurethane yang tidak berpori menawarkan permukaan yang halus sehingga proses pembersihan lebih mudah dilakukan karena minimnya penumpukan kotoran.
- Bersifat Anti Licin
Sifat anti licin sangat diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja akibat lantai yang basah atau lembap. Pelapis lantai dengan fitur ini membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, terutama pada area dengan lalu lintas tinggi di dalam cold storage.
Gunakan Coating Lantai Polyurethane Sika untuk Lantai Cold Storage yang Tahan Lama
Lantai polyurethane merupakan jenis lantai yang tepat untuk kebutuhan cold storage karena tidak hanya mampu menghadapi suhu ekstrem tetapi juga tahan terhadap kelembapan tinggi. Dengan sifatnya yang fleksibel, anti selip, dan tidak berpori, jenis lantai ini juga mendukung keselamatan kerja serta kemudahan pembersihan.
Sebagai rekomendasi, Sika® Ucrete® UD 200 merupakan salah satu produk yang tepat digunakan. Pasalnya lantai polyurethane screed ini tidak hanya menawarkan higienitas namun juga permukaan anti selip yang cocok untuk lalu lintas tinggi seperti di ruang penyimpanan.
Melihat berbagai tantangan pada lantai cold storage serta kebutuhan akan material yang tahan suhu ekstrem, pemilihan produk menjadi langkah krusial. Namun, Anda bisa mempercayakan produk Sika karena perusahaan ini telah berpengalaman selama 115 tahun dalam menangani berbagai proyek global. Salah satunya yaitu proyek Pabrik Produksi Volkswagen di Polandia.
Selain itu, di Indonesia Sika juga dipercaya menjadi solusi dalam proyek pembangunan MRT. Tidak berhenti di situ, perusahaan ini bahkan meluncurkan produk waterproofing berbasis semen untuk pertama kalinya.Penggunaan produk coating lantai PU dari Sika akan membantu memastikan lantai cold storage tetap higienis dan berfungsi maksimal dalam jangka panjang.
Disunting oleh: S. Reja
Terakhir disunting: Januari 29, 2026














