Bocah 7 Tahun di Pamulang Terseret Arus Saat Bermain Hujan, Ditemukan Meninggal Dunia

Santika Reja

Bocah Hanyut di Pamulang Estate Ditemukan, Keluarga Menangis Histeris
Dok. Henny/News TNG

NEWS TNG– Hujan deras yang mengguyur kawasan Pamulang pada Minggu (26/10) sore berujung tragedi. Seorang bocah bernama Alfan Dias Ramadhan (7) dilaporkan terseret arus di saluran air Perumahan Pamulang Estate, Kelurahan Pamulang Timur, Kota Tangerang Selatan. Setelah pencarian panjang, jasadnya akhirnya ditemukan Senin (27/10) pagi dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan sekitar pukul 09.25 WIB oleh tim SAR gabungan pada jarak 1,8 kilometer dari lokasi kejadian, dalam posisi telungkup dan tertutup pasir.

“Korban akhirnya kami temukan pagi tadi dalam kondisi meninggal dunia, dan jenazah langsung kami evakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Desiana Kartika Bahari, Kepala Kantor SAR Jakarta sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi tersebut.


Kronologi Kejadian: Berawal dari Sandal Jatuh

Berdasarkan data kronologi resmi yang diperoleh News TNG, insiden ini berawal saat Alfan sedang bermain hujan bersama teman-temannya di area perumahan.

Baca juga: Bocah Hanyut di Pamulang Estate, Terpeleset Saat Ambil Sandal

Saat itu aliran air di selokan cukup deras akibat hujan lebat. Sandal milik Alfan terjatuh ke dalam saluran air, dan ia refleks mencoba mengambilnya. Namun arus yang kuat membuatnya kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terseret dan hilang terbawa arus.

“Masih kelihatan tangannya lambai-lambai, cuman gak kekejar terus,” ujar salah satu saksi mata kepada tim News TNG, mengenang detik-detik mencekam setelah bocah itu terseret.

Warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong langsung berhamburan ke lokasi, namun korban sudah tidak tampak di permukaan air.


Pencarian Besar-Besaran oleh Tim SAR Gabungan

Setelah laporan diterima, operasi pencarian segera dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur.

Proses pencarian menggunakan metode ESAR (Effective Search and Rescue), dengan penyisiran dari lokasi kejadian hingga ke sodetan Setu Pamulang sejauh 2 kilometer. Selain menyisir menggunakan perahu karet sejauh 1 kilometer di sekitar Setu Pamulang, tim juga melakukan pemantauan visual dari darat.

Unsur yang terlibat dalam operasi ini di antaranya:
Kantor SAR Jakarta, Polsek Pamulang, Koramil, BPBD Tangsel, Satpol PP Tangsel, Damkar Tangsel, Kelurahan Pamulang Timur, PMI Tangsel, Forum Potensi Tangsel, IEA Tangsel, Semut Tangsel, OCC, SAR ATC, RAC, RMI, Sahabat Yatim, Latapala, Ganespa, Redkar Tangsel, KMPA Widaharsa, Bagana Tangsel, BAZNAS Tangsel, SAR MTA, serta masyarakat sekitar.


Duka dan Pesan Kewaspadaan

Keluarga Bocah Hanyut di Pamulang Estate Menangis Histeris
Keluarga menangis histeris saat almarhum tiba di rumah duka. Dok. Henny/News TNG

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga setempat. Kepala Kantor SAR Jakarta menyampaikan belasungkawa dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya air, terutama saat anak-anak bermain di luar rumah pada musim hujan.

“Kami turut berduka cita yang mendalam untuk keluarga korban. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga diberi ketabahan,” tutur Desiana menutup pernyataannya.

Disunting oleh: S. Reja

Terakhir disunting: Oktober 27, 2025

Komentar Pembaca

pos terkait